Sun. May 26th, 2019

132 WNA di Jateng Miliki e-KTP, Pemprov: Harusnya Tak Masuk DPT

Teks Sumber : Detik.com

Inilahjambi – Sebanyak 423 Warga Negara Asing (WNA) di Jawa Tengah berhak untuk melakukan rekam e-KTP. Dari data kependudukan, 132 di antaranya sudah memegang e-KTP.

Baca lagi :  Aksi Fauzi Baadila Copot Poster Jokowi-Ma’ruf di Depan Rumah

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah, Ramli HS, mengatakan berdasarkan data keimigrasian, sampai saat ini ada 5.156 WNA di Jawa Tengah.

“Pemegang izin tinggal kunjungan ada 374 orang, izin tinggal terbatas 4.070 orang, izin tinggal tetap 423 orang,” kata Ramli saat rapat koordinasi tim pengawasan orang asing di Hotel Harris Semarang, Senin 11 Maret 2019.

Pemilik izin tinggal tetap itulah yang menurut Ramli berhak untuk melakukan rekam e-KTP. Syaratnya yaitu usia di atas 17 tahun dan sudah menikah. “Mereka berdomisili di Indonesia,” tegasnya.

WNA bisa memiliki e-KTP sebagaimana diatur UU No 24 tahun 2013. Namun terkait sudah rekam data atau belum, lanjut Ramli, hal itu sudah ranah Disdukcapil. “Sejauh mana implementasinya sudah urus KTP itu wewenang Disdukcapil,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dispermadesdukcapil Jawa Tengah, Sugeng Riyanto, mengatakan jumlah sudah ada 132 WNA di Jateng yang memiliki e-KTP. Namun ia menegaskan WNA tersebut tak masuk daftar pemilih tetap karena tidak memiliki hak pilih dalam Pemilu.

“Berarti sampai saat ini ada 132 WNA. Tapi pemegang itu sudah diatur undang-undang dan tidak memiliki hak pilih. Kalau bagaimana bisa masuk DPT, bukan kami tidak tahu,” kata Sugeng kepada detikcom.

Jumlah tersebut tersebar di beberapa daerah termasuk yang ada proyek besar contohnya di Jepara ada PLTU Tanjung Jati B, di sana ada tenaga kerja asing walau tidak banyak menurut Sugeng.

“Misal di Jepara itu ada PLTU walau tidak banyak pekerja asingnya. Kemudian ada di Batang, di Semarang sedikit, dan daerah lainnya,” jelas Sugeng.

Selain harus mengantongi kartu izin tinggal tetap (KITAP), lanjut Sugeng, sebelumnya WNA itu juga harus punya kartu izin tinggal sementara (KITAS) dengan jangka waktu tertentu. “Jadi syaratnya itu ketat ya,” tegasnya.

Baca lagi : KPU: Surat Suara di Truk Bertuliskan Huruf Kanji Bukan dari China

Untuk diketahui, keberadaan WNA menjadi polemik ketika nama mereka ada yang masuk dalam DPT Pemilu. Di Jawa Tengah sudah ditemukam 20 nama WNA dalam DPT dan 12 di antaranya sudah dicoret KPU.

Sudah dibagikan