Realisasi 10 Proyek di Tanjab Barat Belum Sampai 50 Persen. Bupati: Tegur Itu Rekanan…
Inilahjambi, KUALA TUNGKAL – Sebanyak 26 proyek pekerjaan fisik di Tanjung Jabung Barat berjalan lamban. Padahal, pengerjaanya telah dilakukan sejak Februari lalu. Hingga kini, Bina Marga Tanjabbar mencatat progres pekerjaan puluhan proyek itu baru 50 persen.
Bahkan 10 proyek diantaranya baru dikerjakan 25 persen. Parahnya lagi, ada dua pekerjaan fisik dengan progres terendah, yakni 11 persen.
Menurut Kabid Bina Marga Dinas PU Tanjabbar, Apri Dasman, kebanyakan pelaksanaan pekerjaan di lapangan telat dari jadwal yang tertuang dalam kontrak.
“Seharusnya jika kontrak sudah dikeluarkan sejak dua bulan lalu, sejatinya persentase pekerjaan sudah melebih 50 persen. Faktanya, justru di bawah 25 persen,” ujarnya, Kamis 28 Juli 2016.
Proyek-proyek fisik terancam mangkrak itu meliputi pembangunan jembatan Penyabungan, Kecamatan Tungkalulu, Tanjabbar, pekerjaan peningkatan jalan Letkol Toegino Kecamatan Tungkalilir, peningkatan jalan menuju Pulau Pinang Kecamatan, Kecamatan Betara dan peningkatan jalan Parit Ponco Kecamatan Kuala Betara.
Selanjutnya peningkatan jalan Desa Suka Damai Kecamatan Tebing Tinggi, jalan Harmoko Desa Tanjung Sinjulang Kecamatan Bram Itam, jalan batas Kota Teluk Sialang Kecamatan Tungkalilir dan jalan Teluk Serdang-Sungai Dualap.
Apri Dasman mengatakan, minimnya progres pekerjaan kontraktor di lapangan memaksa Dinas PU mengeluarkan raport merah bagi 10 perusahaan konstruksi dengan progres kerja rendah.
“Ada 10 perusahaan yang melaksanakan kegiatan proyek jalan dan jembatan di Bidang Bina Marga dengan progres cukup rendah. Kita sudah memberi raport merah kepada perusahaan itu,” ungkap Apri Dasman.
Ke 10 perusahaan tersebut beber Apri, menjadi catatan karena kinerjanya buruk.
Bupati Tanjabbar, H Safrial, MS sudah meminta kepada Kabid Bina Marga untuk memberi teguran keras dan tertulis terhadap perusahaan yang dinilai mangkrak atas pekerjaan yang dilaksanakan.
“Terjadi deviasi karena tidak sesuai target. Rekanan sudah kita surati. Mereka harus cekatan menambah jadwal pekerjaan dan mobilisasi bahan,” paparnya.
(Rommy)
