Cukai Rokok Naik, Petani dan Buruh Terancam

Inilahjambi, JAKARTA – Kenaikan cukai rokok diprotes Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo. Menurutnya, langkah itu dapat mengancam tenaga kerja industri rokok dan petani tembakau.

“Kalau dinaikkan (cukai rokok) akan terancam tenaga kerja dan nasib petani,” ujarnya Minggu 2 Oktober 2016.

Kenaikkan cukai rokok menurutnya juga akan berdampak pada menurunnya produksi tembakau. “Tidak mudah petani suruh alih profesi. Menanam tembakau itu seperti nelayan dari nenek moyang turun temurun,” tegas ketua panitia kerja RUU Tembakau itu.

Soal didapati dari data intelijen dan hasil survei bahwa pelanggaran yang paling besar adalah rokok sigaret kretek mesin (SKM), Firman meminta penjelasan pemerintah secara rinci.

“Pelanggarannya dimana, pemerintah harus jelaskan dan tugas pemerintah harus membina jangan pelaku usaha dilepas,” sebut politikus Golkar itu.

Firman menuturkan, rokok kretek sejatinya terdiri dari industri menengah dan kecil yang membantu kehidupan rakyat dan pekerja. Tenaga kerja Indonesia memerlukan industri yang berbasis padat karya.

Jadi, jikalau cukai dinaikkan, pasti berimplikasi pada pengurangan tenaga kerja di industri rokok. Pemerintah harus bisa mengatur strategi dimana industri rokok berkembang namun tenaga kerja juga terserap.

“Jangan bangsa kita jadi sasaran target pasar dan industri tetapi rakyatnya hanya jadi penonton. Itu yang harus kita atur dalam regulasi termasuk harga tembakau petani,” pungkas wakil ketua badan legislasi (Baleg) DPR itu.

 

 

 

 

 

(Sumber Pojoksatu.com)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN