Tim Ekspedisi DAS dari Kemendikbudristek RI Sebut, Orang Kabupaten Batanghari Serasa Saudara Sendiri
BATANGHARI. Inilahjambi.com— Kedatangan para tim Ekpedisi Sungai Batanghari Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset teknologi(Kemendikbudrisek) yang melakukan penelusuran Cagar Budaya (CB) dengan mendatangi makam-makam keramat di Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi pada siang Kamis (14/07/2022), malamnya dilanjutkan dengan dialog bersama masyarakat dengan pengalian dari narasumber.
Pantia Tim Ekspedisi Sungai Batanghari Desa Rambutan Masam, Yosua A. Pasaribu Direktorat Pelindungan Kebudayaan mengatakan kepada salah satu awak Media, pihak tim Ekspedisi merasa bangga karena disambut oleh masyarakat Kabupaten Batang Hari dalam hal ini khususnya masyarakat Desa Rambutan Masam dengan baik.
Diketahui pada siang hari saat kedatangan tim, lanjut Yosua A. Pasaribu, para peserta tim Ekpedisi Sungai Batanghari telah mengunjungi makam-makam keramat. Sedangkan pada malam harinya tim Ekpedisi Sungai menginap tempat warga-warga yang sudah di Fasilitasi.
” Kita lebih mengenal penduduk Rambutan Masam yang hidupnya dari Sungai Batanghari. Dan kita juga ingin mengetahui, apakah kehidupan Sungai Batanghari ini masih seperti cerita-cerita masa lalu, atau ada perubahan. Dan apakah sudah melupakan sungai,” jelasnya.
Yosua juga menyebutkan, apakah Sungai Batanghari saat ini memberi pengaruh yang baik bagi kehidupan masyarakat, atau sudah ada polusi yang membahayakan masyarakat Rambutan Masam.
” Nanti akan kita lihat berdasarkan pengamat dari mahasiswa seluruh Indonesia yang saat ini ikut sebagai peserta Ekpedisi Sungai Batanghari,” pungkasnya.
Yosua juga memaparkan, pada malam harinya di Desa Rambutan Masam juga ada giat penampilan, diskusi, dan demonstrasi singkat dari maestro-maestro.
” Ada juga silsilah kerajaan, maestro zikir, kuliner, pusaka, juga ada permainan anak-anak,” sebutnya.
“Untuk sambutan masyarakat sangat welcome dengan rasa kekeluargaan yang masih kental,”sambungnya.
Ia juga berharap, dengan kehadiran tim Ekpedisi Sungai Batanghari ini dapat memberi pengaruh positif bagi penduduk masyarakat Rambutan Masam.
Sementara Suhaili sebagai penangungjawab kegiatan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berperan dalam kegiatan ini.
” Kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Batanghari, terutama Bapak Wakil Bupati Batanghari, Sekda Batanghari, para OPD yang telah hadir dari siang hingga malam. Juga kepada Pemerintah Desa Rambutan Masam, Sangar Seni Bako Lantang serta seluruh masyarakat kami ucapkan banyak terimakasih,” ucapnya.
Untuk diketahui, kegiatan Ekspedisi Sungai Batanghari dilaksanakan selama 11 Hari perjalanan, dimana berawal dari penyusuran sungai Wilayah Kabupaten Damas Raya, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari, Kota Jambi, Kabupaten Tanjabtim dan terakhir di Kabupaten Muaro Jambi dengan diikuti oleh 50 Orang peserta peneliti dari beberapa Mahasiswa hingga Dosen beberpa kampus di pulau Jawa.
