Gubernur Al Haris Dorong Pembangunan Kilang Mini Mulut Tambang di Rakernas ADPMET 2026

Gubernur Al Haris Dorong Pembangunan Kilang Mini Mulut Tambang di Rakernas ADPMET 2026


Inilah Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris, secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026. Dalam forum strategis tersebut, ia menekankan pentingnya hilirisasi migas di daerah melalui pengembangan modular refinery atau kilang mini di area mulut tambang.

Acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi pada Kamis (7/5/2026) ini mengusung tema besar mengenai penguatan fiskal dan integrasi pengelolaan sumber daya energi, mulai dari optimalisasi sumur tua hingga pemanfaatan lapangan menganggur (idle field).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum ADPMET, Al Haris menyatakan bahwa dinamika geopolitik global saat ini telah mengganggu pasokan minyak dunia. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijadikan momentum bagi Indonesia, khususnya daerah penghasil, untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

“Tema Rakernas kali ini bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak. Kita harus meningkatkan produksi dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujar Al Haris saat memberikan keterangan pers.

Selain masalah produksi, Al Haris menyoroti perlunya peninjauan kembali skema Dana Bagi Hasil (DBH) migas. Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan penyesuaian DBH yang lebih proporsional bagi daerah penghasil.

“Perlu ada penyesuaian yang mempertimbangkan kontribusi riil daerah serta dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang ditimbulkan. Peningkatan lifting minyak secara langsung akan menambah penerimaan daerah untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” jelasnya.

Gubernur Jambi ini juga menegaskan agar daerah tidak hanya menjadi penonton atau lokasi eksploitasi semata. Ia mendorong agar daerah penghasil mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan kilang mini dan pengelolaan sumur masyarakat yang legal.

Beberapa poin strategis yang diperjuangkan dalam Rakernas ini antara lain:

Tambahan DBH untuk transisi energi.

Alokasi gas khusus untuk kebutuhan daerah.

Hak kelola penuh atas sumur tua oleh daerah.

Insentif untuk teknologi penangkapan karbon (carbon capture).

Di akhir sambutannya, Al Haris mengajak seluruh anggota ADPMET untuk melibatkan pelaku UMKM dan sektor perbankan daerah dalam rantai pasok industri energi. Ia optimis bahwa dengan sinergi yang kuat, Provinsi Jambi dan daerah penghasil lainnya dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau di Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua Barat Muhammad Lakatoni, jajaran kepala daerah anggota ADPMET, serta perwakilan pengurus asosiasi dari seluruh penjuru tanah air. (Adv) 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN