Ponpes Syekh Maulana Qory di Merangin Terbakar, Buku-Buku dan Pakaian Santriwati Ludes Terpanggang

Ponpes Syekh Maulana Qory di Merangin Terbakar, Buku-Buku dan Pakaian Santriwati Ludes Terpanggang


Inilah Jambi, MERANGIN – Sekitar pukul 03.00Wib menjelang pagi Rabu 18 Mei 2016 warga Desa Titian Teras, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, dikejutkan dengan kebakaran yang terjadi di Pondok Pesantren Syeh Maulana Qory.

Kebakaran itu menimpa 10 lokal asrama santriwati di pesantren milik KH Satar Saleh, yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merangin.

Ketika peristiwa kebakaran itu terjadi santriwati sedang terlelap tidur. Kemudian ketika asap dan api mulai membesar, puluhan Santriwati yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Merangin, berhamburan keluar dari Asrama.

Akibat kebakaran itu, tak satupun barang-barang milik santriwati berupa buku, pakaian dan bahan makanan yang berhasil diselamatkan, dan semuanya ludes terbakar.

Informasi yang berhasil dihimpun di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebakaran menjelang subuh itu saat para santriwati sedang tertidur, diketahui ketika asap membumbung tinggi dan sontak para Santriwati berhamburan keluar dari Asrama.

Mendengar adanya kebakaran, pihak pesanteren langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Merangin, guna memberikan pertolongan.

Meski mobil Damkar tiba di lokasi, tetap saja bangunan semi permanen dan dibangun pada tahun 1983 itu sudah terlanjur ludes dan rata dengan tanah. Untuk sementara santriwati korban kebakaran ditampung dilokal lainnya.

Wakil Ketua Yayasan Syeh Maulana Qori, Khausari saat dikonfirmasi di lokasi musibah kebakaran, membenarkan terjadinya kebakaran di pondok pesantren tersebut yang menghanguskan 10 lokal asrama santriwati.

Menurutnya, dalam musibah itu, tidak ada korban baik luka-luka apalagi korban jiwa. Hanya saja kebakaran tersebut menghanguskan pakaian, buku-buku pelajaran dan bahan makanan milik santriwati.

“Ada sepuluh lokal asrama di pesantren kita habis terbakar, tapi Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Hanya saja, buku-buku, pakaian dan bahan makanan tidak bisa diselamatakan,” terangnya.

Menurutnya lagi, kebakaran yang menghanguskan asrama santriwati di Ponpes Syeh Maulana Qory disebabakan oleh arus pendek. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Untuk penyebab kebakaran ini, kita menduga ada gangguan arus pendek listrik atau kosleting listrik. Sedangkan untuk kerugian, saat ini berkisar ratusan juta rupiah,” tandasnya.

 

(Kil)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN