Ada 3 Mahasiwa Asal Jambi di Turki, Ini Kondisinya Pasca Kudeta Milter

Inilahjambi, KOTA JAMBI – Kudeta militer yang gagal di Turki mengagetkan banyak pihak. Puluhan warga sipil tewas dan ratusan tentara pro kudeta ditangkap.

Kementerian Luar Negeri menyatakan, sejumlah WNI terjebak di Bandara Attaturk, Istanbul saat kudeta militer terjadi. Kementerian Luar Negeri RI memastikan kondisi para WNI tersebut selamat.

Sementara itu, ada 4 mahasiswa asal Jambi yang tengah berkuliah di Turki melalui program beasiswa Pemerintah Turki. Hingga saat ini belum mendapat kabar kepastian mereka.

Inilahjambi.com berkali-kali mencoba mengontak salah satu mahasiwa, Rizky Amalia, namun komunikasi belum dapat berlangsung. Kiky juga merupakan kontributor lepas inilahjambi.com di Turki.

Rizky alias Kiky adalah mahasiswa jurusan Hubungan Internasional di Abant Izzet Baysal University, Turki. Selain Kiky, ada dua lagi mahasiswa asal Jambi, yakni Effen dan Azzam.

Effen bernama lengkap Effencioga Putra Yana berasal dari Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin. Dia saat ini kuliah di Kocaeli University mengambil jurusan Teknik Komunikasi.

Muhammad Azzam atau Azzam merupakan mahasiwa asal Jambi, tepatnya dari Kabupaten Sarolangun. Menempuh pendidikan S1 di Karadeniz Teknik University, jurusan Landscape Architecture.

 

Baca juga:

Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi telah berkomunikasi melalui sambungan telefon dengan dengan sekitar 60 WNI ‎ yang terjebak di Bandara.

Retno menenangkan para WNI serta mengimbau mereka agar tetap tenang, tidak panik, tidak keluar dari bandara serta memberikan update situasi keamanan terakhir. Demikian keterangan tertulis Kemenlu RI, Minggu 16 Juli 2016.

KJRI Istanbul juga memastikan segera memberikan bantuan yang diperlukan begitu akses ke bandara dibuka.‎

“Sejauh ini dipastikan semua WNI yang terjebak di Bandara Attaturk Istanbul dalam keadaan selamat,” ucap ‎Direktur Perlindungan Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhamad Iqbal, Sabtu 16 Juli 2016.

Berikut daftar WNI yang sebagian mengikuti rombongan wisata:

ROMBONGAN DAYA WISATA TOUR

1. Bambang Purwinto Soeparto
2. Roeswandi, Roekiman Roestamadji
3. Rina Yuniarti Kurnia
4. Raka Reyhananda Andi
5. Kintan Putri Resvaldy
6. Debby Rismawati, Telaumbanua
7. Tadjuddin Ius Agung
8. Nazla Meuthia Tadjuddin
9. Danish Danial Tadjuddin
10. Davin Gifara Tadjuddin
11. Maezar Maolana, Udjang Dady
12. Imas Yayah Suryani
13. Aiko Maolana
14. Aoki Maolana
15. Sri Widyati Sutjipto
16. Kartika Laksmi Sutjipto
17. Adristi Sitineysa Prasetyo
18. Muhammad Vito Prasetyo
19. Chairul Saleh, Waro
20. Riezca Ausvia, Ausri
21. Isnania Nurlintang Aqmarina
22. Amalia Nuril Aqmarina
23. Qomaruzzaman, Badri Umar
24. Oktarina Kariani Hamid

ROMBONGAN TRAVELINDO

1. Nesya Yunitasari
2. Rujito Siswoyo Putro
3. Julianti Sukadi Sukatno
4. Nabilah Fadwa Siswoyo Putri
5. Cahaya Marwah Siswoyo Putri
6. Muhamad Aziz Fahrit
7. Nur Muhammad Ihsan Mufidz
8. Muhammad Wahid Abdulloh

ROMBONGAN BAYU BUANA

1. Findi Yapin Lie
2. Luluq Carbellani Erwan
3. Camila Bani Alawia
4. Rachmat Santosa
5. Deni Karnia
6. Vennyra Alpan Kowtianata
7. Sidharta Utama
8. Cyntia Afriani
9. Jasmine Nadhira
10. Farrel Azhar Sarfaraz
11. Inita Lianawati
12. Azwar Darassim
13. Widyawati Jahja
14. Ni Penelope Aiku
15. Freshta Rio
16. Rio Chandra

WNI LAINNYA:

1. Rabin Upakerti Rana
2. Agus Ellan Budiono
3. Andreas Kurniawan
4. Munarto
5. Ate Nurmasyah Tohirin
6. Rudi Sugiarto
7. Yanuar Anwas
8. Agustiar
9. Supama
10. Widya Kusuma
11. Rahayu Ferlina
12. Anatolia Marrakesh

Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan Turki setelah kudeta militer berlangsung di sana. Guna memastikan keamanan warga negara Indonesia di Turki, Kemenlu membuka sejumlah hotline yang bisa dihubungi masyarakat.

Nomor kontak hotline yang dapat dihubungi adalah :
‎KBRI Ankara : +90 532 135 2298, atau +90 533 812 0760
KJRI Istanbul : +90 531 453 0351, atau +90 531 983 1534
Hotline Perlindungan WNI di Jakarta: 081290070026.‎

“Pemerintah Indonesia meminta warga negara Indonesia yang berdomisili di Turki untuk tetap tenang, untuk sementara waktu tinggal dirumah, terus mencermati perkembangan dan situasi keamanan dan melakukan komunikasi dengan KBRI Ankara dan KJRI Istanbul,” kata Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Minggu 16 Juli 2016.

Pemerintah Indonesia juga menghimbau WNI yang akan melakukan perjalan ke Turki, khususnya Ankara dan Istanbul duntuk terlebih dahulu memantau keadaan keamanan sebelum keberangkatan. Jumlah WNI di Turki saat ini ada sekitar 2700 orang diantaranya 800 orang di Instanbul dan 400 di Ankara.

 

 
(Nurul Fahmy/Pikiran Rakyat)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN