Ada Anak Dihamili Bapak Kandung di Pamenang Merangin, Warga Malah Bingung
Inilahjambi, MERANGIN – Warga Kelurahan Pamenang, Merangin, beberapa hari terakhir dibuat heboh dengan isu seorang siswi SMP yang dihamili oleh bapak kandungnya.
Meski informasi kian santer, namun warga belum dapat berbuat apa-apa, termasuk perangkat desa, lurah, camat dan kepolisian. Pasalnya, hingga kini informasi itu baru ‘katanya katanya’ saja, belum ada laporan resmi dari pihak korban.
Begini informasinya yang dihebohkan warga. Seorang siswi SMP, sebut saja Bunga, sedangkan pelaku yang tak lain bapak kandungnya, berinisial ED.
Seorang narasumber terpercaya yang dikonfirmasi menyebutkan kalau Bunga telah hamil selama dua bulan. “Itu anaknya dari ED, saat ini anaknya tengah mengandung atas perbuatan bejat dari bapaknya,” kata warga Pemanang, Kamis 28 April 2016.
Kejadian tersebut bahkan tidak hanya dilakukan terhadap Bunga, namun diduga juga dilakukan terhadap adik kandung Bunga yang masih duduk di bangku SD.
“Katanya sih, adiknya dia juga ikut menjadi korban,” ujar sumber itu lagi.
Lurah Pamenang, Saripudin, yang dihubungi tidak menepis, tidak juga mengiyakan informasi itu. Sebab laporan resmi dari RT dan warga kme pihak kelurahan belum ada.
“Kalau isu ada, warga yang menyampaikan dengan kelurahan, namun laporan resmi belum ada, kita masih menunggu itu,” jelasnya.
Namun demikian, dipastikan Saripudin, pada Jum’at 29 April 2016, pihaknya akan melakukan klarifikasi terkait kebenaran informasi tersebut. Pihak kelurahan, kata Saripudin, sudah banyak mendapat desakan dari berbagai kalangan untuk memastikan kebenaran aib tersebut.
“Kita gerah juga dengan informasi tersebut, dimana masyarakat terus mempertayakan, maka diupayakan dalam waktu dekat akan dipangil pihak pelaku dan korban dugaan pencabulan anak di bawah umur hingga hamil ini,” tutupnya.
Sementara itu Kapolsek Pamenang AKP Joni Sihombing juga membenarkan informasi tersebut. Namun seperti pak lurah, pihaknya kini juga belum mendapat laporan dari pihak korban.
“Iya, kami juga mendapat informasi, tetapi laporan dari korban belum masuk ke kita,” ungkap Joni.
Joni mengimbau kepada keluarga korban untuk segera membuat laporan.
“Ya, kami imbau agar keluarga korban agar segera melapor ke kita, agar kasus ini segera ditangani,” pungkasnya.
(Kil)
