Kolaborasi Antar Daerah Dorong UMKM Berstandar di Kelurahan Tanjungmelalui Sosialisasi SOP Produksi dan Pengendalian Mutu
Kolaborasi Antar Daerah Dorong UMKM Berstandar di Kelurahan Tanjungmelalui Sosialisasi SOP Produksi dan Pengendalian Mutu
Inilah Jambi – Muaro Jambi, Jumat (14/08/2026). Sebuah inisiatif kolaboratif yang didukung oleh Cakap Kreatif untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal telah sukses diselenggarakan di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif dari berbagai penjuru tanah air, termasuk Adelia Nur Fadilah (Kota Tangerang), Intan Della Classica (Kota Pagar Alam), Ralph Oliver Narado (Kota Medan), dan M. Rizky Cahyo (Kota Jambi).
Acara yang berlangsung di Kelurahan Tanjung yang Asri ini berfokus pada pilar krusial bagi pertumbuhan UMKM, yaitu Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Produksi dan Pengendalian Mutu. Peserta, yang terdiri dari pelaku UMKM setempat, diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya konsistensi dan efisiensi dalam setiap tahap produksi.
“SOP merupakan panduan dasar yang sangat penting untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” ungkap Adelia Nur Fadilah. “Melalui pemahaman yang baik tentang SOP, UMKM dapat meminimalisir kesalahan dan meningkatkan nilai jual produk mereka.”
Ralph Oliver Narado menekankan pentingnya pengendalian mutu yang ketat. “Konsumen saat ini semakin cerdas dan menuntut kualitas yang baik,” ujarnya. “Dengan menerapkan sistem pengendalian mutu yang efektif, UMKM dapat membangun kepercayaan pelanggan dan bersaing di pasar yang lebih luas.”
Inovasi dan Keberlanjutan dalam Konteks Lahan Gambut
Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah diskusi mengenai inovasi produk dan keberlanjutan usaha, terutama di wilayah dengan karakteristik lahan gambut seperti Kelurahan Tanjung. Peserta diajak untuk mengeksplorasi potensi pengolahan produk pertanian lokal, seperti buah naga, dan mengembangkannya menjadi produk olahan bernilai tinggi dengan tetap memperhatikan prinsip ramah lingkungan.
“Lahan gambut memiliki karakteristik unik yang memerlukan perlakuan khusus,” kata Intan Della Classica. “Dalam konteks UMKM, kita perlu mendorong praktik pertanian berkelanjutan yang tidak merusak ekosistem gambut.”
M. Rizky Cahyo menambahkan bahwa inovasi produk yang berkelanjutan dapat membuka peluang pasar baru. “Produk-produk yang dihasilkan dengan prinsip ramah lingkungan memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya. “UMKM yang mengadopsi prinsip ini dapat memposisikan diri sebagai pelaku usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.”
Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan UMKM di Kelurahan Tanjung dan mendorong pengembangan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, UMKM di wilayah ini diharapkan dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat. (Red)
