Bangun Infrastruktur di Daerah Perbatasan, Sumsel Caplok Wilayah Jambi

Pesan Oleh Oleh Khas Dari Jambi

Pesan Oleh Oleh Khas Dari Jambi

Bangun Infrastruktur di Daerah Perbatasan, Sumsel Caplok Wilayah Jambi


Inilah Jambi  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, membangun sejumlah infrastruktur di wilayah perbatasan dengan Jambi, tepatnya di Desa Mekar Jaya, yang berbatasan dengan Desa Ladang Panjang, Kecamatan Sungai gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Kepala Desa Ladang Panjang Amdi, mengatakan, baru-baru ini pihak Desa Mekar Jaya, Kabupaten Muba, bahkan ingin membangun lagi gedung sekolah jarak jauh. Padahal, sebelumnya, pihak Sumsel telah membangun sekolah serupa dan jalan di perbatasan itu.

Celakanya, sekolah jarak jauh tersebut justru dibangun di wilayah Jambi, masih di Desa Ladang Panjang. “Kali ini mereka ingin membangun lagi sekolah, masih di wilayah Jambi. Padahal jelas-jelas kawasan itu masuk dalam Desa Ladang Panjang, Muaro Jambi. Mereka datang anggota DPRD setempat ke lokasi,” kata Amdi, Sabtu 12 November 2016.

Dikatakan Amdi, kali ini pihaknya menolak keras pembangunan sekolah jarak jauh itu. Sebab, secara tidak langsung saat ini, di lokasi sekolah jarak jauh yang lama, kawasan tersebut telah masuk dalam wilayah Sumatera Selatan.

“Pemilik tanah (warga Jambi) menghibahkan lahannya untuk pendirian sekolah jarak jauh itu. Secara tidak langsung saat ini wilayah itu sudah masuk dalam kawasan Mekar Jaya, Muba. Bahkan, seluruh guru dan tenaga pengajar di sekolah tersebut berasal dari Sumatera Selatan (Muba). Mereka digaji oleh pemerintah sebelah (Sumsel), ujar Amdi lagi.

Diakui Amdi, urusan ini bikin dia pusing, sebab itu sebenarnya domain pemerintah provinsi (gubernur), bukan urusan kepala desa.

 

Baca juga:

 

“Saat ini, luas wilayah Desa Ladang Panjang tinggal 56 kilometer persegi. Padahal dulunya 60 kilometer. 4 kilometer, saat ini sudah masuk dalam kawasan Mekar Jaya. Sungai yang dulu jadi batas wilayah sudah masuk dalam wilayah mereka,” keluhnya.

Kepala Dusun Ladang Panjang, Zakaria, mengakui pembangunan infastruktur dan fasilitas lainnya di perbatasan Jambi sangat lamban, ini berbeda dengan Sumatera Selatan yang justru mendahulukan fasilitas di pingiran, antara daerah tersebut dengan Jambi.

“Desa Ladang Panjang adalah daerah perbatasan antara Jambi dan sumsel, tapi kami sangat menyayangkan Pemprov Jambi yang tidak memprioritaskan pembangunan di sini ” ungkap Zakaria.

Ditambahkannya, Pemda Jambi sangat berbeda dengan Pemprov Sumatera Selatan yang sangat memprioritaskan pembangunan di Desa Mekar Jaya yang berbatasan langsung dengan Desa Ladang Panjang.

“Di Desa Mekar Jaya jalan di perbatasannya sangat bagus di banding Ladang Panjang. Mereka membangun sekolah, puskesmas dan infrastruktur lainnya. Jambi lamban sekali memperhatikan wilayah perbatasan,” ujarnya.

“Kami minta Pak Gubernur bergerak cepat mengambil sikap masalah tapal batas ini. Karena warga Ladang Panjang khususnya RT 24 masih menunggu putusan resmi dari Pemprov Jambi terkait masalah ini. Karena Pemprov Sumsel ingin mengambil tanah di sini seluas 200 Hektar.” tegas Amdi.

(Zalman Irwandi/N Fahmy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN