Thu. Jan 24th, 2019

Gedung Bank Jambi/net

Bank Jambi Terlibat Pembiayaan Tol Cipali Senilai Rp13,7 Triliun

Inilahjambi – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi terlibat dalam pembiayaan proyek tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Selain Bank Jambi terdapat 21 bank lain yang mengucurkan dana melalui skema pinjaman ke pemegang konsesi tol Cipali, PT Lintas Marga Sedaya (LMS).

Keterlibatan Bank Jambi dalam pinjaman itu sebagai bagian dari sindikasi perbankan yang dipimpin PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pembiayaan dari perbankan ini mencuat kembali setelah Capres Sandiaga Uno mengatakan proyek tol Cikopo-Palimanan (Cipali) bisa dibangun tanpa berutang.

Baca Juga: Pimpinan DPRD  yang Jadi Tersangka KPK Tak Hadiri Upacara HUT Provinsi Jambi

 

Penelusuran inilahjambi dari berbagai media massa dalam jaringan menemukan, beberapa kali PT LMS menerima kucuran dana dari sindikasi perbankan.

Pertama tahun 2013, PT LMS mendapat pinjaman dari sindikasi perbankan sebesar Rp1 triliun. Kemudian pada 2018, perusahaan ini kembali mendapat kucuran Rp8,88 Triliun dari sindikai perbankan yang sama.

Belum diketahui pada tahap mana Bank Jambi ikut menyertakan pinjaman ke perusahaan patungan pengusaha Malaysia dan Indonesia, termasuk jumlahnya. Inilahjambi belum berhasil mendapat keterangan dari Pihak Bank Jambi.

Detik.com melansir, bank-bank yang ikut memberikan pinjaman meliputi bank BUMN, swasta nasional, BPD, dan lembaga keuangan.

Selain Bank Jambi, BPD lain yang terlibat peminjaman uang melalui sindikasi ini adalah BPD Kalimantan Timur, BPD Jawa Tengah, BPD Papua, BPD Jawa Timur, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Selatan, BPD Jambi, BPD Sumatera Barat, BPD Kalimantan Tengah, BPD Maluku, Indonesia Infrastructure Finance, dan Sarana Multi Infrastruktur.

Lihat: Zola Minta KPK Segera Tetapkan 53 Anggota DPRD…

LMS sendiri merupakan perusahaan patungan dengan kepemilikan perusahaan Malaysia, Plus Expressways Berhard 55 persen dan PT Bashkara Utama Sedaya (BUS) sebanyak 45 persen.

Sementara, BUS merupakan konsorsium terdiri dari PT Interra Indo Resources, PT Bukaka Teknik Utama, dan PT Baskhara Lokabuana.

Interra Indo Resources merupakan anak usaha PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dengan 24 persen peegang sahamnya adalah Sandiaga Uno.

 

Sudah dibagikan