Sun. Aug 25th, 2019

Banyak Petugas Meninggal Bukti KPU Belum Mampu Kawal Pemilu

Teks Sumber : RMOL.CO

Inilahjambi – Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pemilu 2019 dinilai buruk. Banyaknya catatan dugaan kecurangan pemilu hingga korban meninggal dunia pun tak luput jadi kritikan lembaga pimpinan Arief Budiman ini.

BACA JUGA : Sudah Menang, BPN Prabowo Sandi Tak Pernah Bahas Opsi Pemilu Ulang

Salah satu yang mengkritik keras kinerja KPU adalah Jurubicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.

“KPU harus mengakui bahwa mereka lemah dalam mengawal Pemilu ini, bahkan hingga menelan banyak korban, gugur di lapangan,” kata Ferdinand kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa 23 April 2019.

Seharusnya, kata Ferdinand, KPU sebagai lembaga yang dibiayai negara sudah mengantisipasi dengan matang risiko-risiko pahit pemilu serentak seperti adanya korban jiwa.

Terlebih banyaknya temuan dugaan kecurangan yang dilakukan untuk memenangkan salah satu paslin di Pilpres.

“Kedepan, KPU harus mengevaluasi sistem rekrutmen terutama di penerimaan karena harus melakukan pengecekan kesehatan. Pemilu kita ini aneh dan unik. Berhari-hari, perhitungan sampai hari ini saja belum selesai,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat ini pun berharap penyelenggara pemilu segera berbenah dan membereskan masalah yang ditimbulkan.

BACA JUGA : Real Count KPU 14%: Jokowi-Amin 54,91% Prabowo-Sandi 45,09%

“Ini perlu dievaluasi ke depan supaya tidak terulang peristiwa seperti ini,” tutupnya. 
Berdasarkan data yang dirilis KPU, jumlah petugas KPPS yang dinyatakan meninggal dunia sudah mencapai 91 orang. Jumlah tersebut tersebar di 15 Provinsi di Indonesia yang menyelenggarakan pemilu serentak 17 April kemarin.

Sudah dibagikan