Baru Seusia Jagung Perehapan Gedung Puskesmas Mersam Banyak yang Rusak
Inilahjambi.com, BATANGHARI– Pengerjaan pembangunan gedung rawat inap Puskesmas Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, Jambi diketahui banyak asal pengerjaan dan asal jadi.
Pembangunan Gedung Rawat inap Puskesmas Mersam itu dikerjakan pada tahun 2021 lalu yang bersumberkan Dana Alokasi Khusus (DAK)yang dikerjakan oleh pihak Rekanan dari CV Sahabat Mitra Sejati yang memenangkan Tender dengan jumlah Pagu RP 7.855.373.891,35, hingga saat ini pada bangunan itu banyak yang kerusakan dan tidak berfungsi.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Mersam dan dikeluhkan oleh masyarakat yang berkunjung saat membesuk Pasien yang di rawat.
“Keluhan Masyarakatlah ya, setelah pembangunan Rehab memang ada beberapa formasi ada kerusakan baik itu di Kamar Mandi, Kemudian saluran pembuangan semua Limbah termasuk Limbah dari pembuangan Kamar Mandi tidak berfungsi, di Spic Tangnya ada yang hancur dan amblas, kemudian juga fungsinya juga tidak berjalan dengan baik, bahkan ada juga yang bocor,” kata Kapus Mersam Dr. Ahmad Taher saat ditemui di ruangannya pada Selasa, (6/9/2022).
Dijelaskan oleh Dr Ahmad Taher, terkait kerusakan yang ada di Puskes Mersam itu seperti kerusakan pada Spic tang, sejak awal Puskesmas itu di fungsikan usai Perehapan total, Spic tang yang mengalami kerusakan berat dan tidak berfungsi tidak pernah ada dilakukan perbaikan oleh pihak Rekanan.

“Yang sempat sudah ada dilakukan perbaikan itu hanya baru sebatas perbaikan saluran Air. Saluran Air yang dulu sangat bermesalah, sekarang Alhamdulillah sudah cukup berkuranglah walaupun masih juga ditemukan titik-titik kehilangan Air sehingga Air itu tidak bisa Standbye untuk sumber Air bersihnya,” jelasnya.
“Kemudian ada beberapa yang Amblas, dulu juga sudah pernah diperbaiki, tetapi masih kondisi saat ini sekarang masih amblas juga. Berarti di sampai di sini ada suatu masalah yang benar-benar diperbaiki secara Konperensif, bukan sekedar perbaikan di atasnya saja, namun memang harus di cari masalahnya kenapa harus amblas terus, sudah diperbaiki masih amblas, sudah diperbaiki masih amblas, itu berarti ada permesalahn yang dari bawah,” sambung Dr Ahmad Taher kembali.
Lebih jauh lagi, Kapus Mersam itu juga mengungkapkan, tak hanya adanya permesalahan Fisik bangunan saja, tetapi pada Gedung Puskesmas itu, permesalahan Aliran Listerikpun juga demikian.
“Kemudian untuk permeslahan aliran listrik di sini, sampai saat ini belum ada pemasangan Amper Meter yang baru bersama Travonya, karena memang ada permesalahan di PLN untuk pemasangan Travo baru,” ungkapnya.
Namun yang disayangkan oleh Kapus Mersam, pihak rekanan juga tidak mengaktifkan kembali aliran dari mesin Jenset yang dulunya aktif digunakan jika ada mati Lampu yang pada saat perehapan di putuskan oleh pihak Rekanan, tapi sampai saat ini tidak diaktifkan kembali oleh pihak Rekanan selepas mereka selesai kontrak pengejaan Proyek Rehab Puskesmas Mersam.

“Pemasangan Janset Otomatis waktu Rekanan memulai pengerjaan perehapan gedung ini, mereka membongkar aliran listrik janset otomatis itu, namun setelah itu sampai saat ini janset otomatis itu tidak di pasang dan berfungsi lagi, sehingga jika dsaat lampu mati, Janset otomatis tidak hidup dan aktif karena memang tidak dipasang kembali,” paparnya.
Adapun Upaya yang sudah dilakukan oleh Dr Ahmad Taher selaku Kapus Mersam, hingga saat ini sudah melaporkan kepada pihak Dinkes Batang Hari hingga mencoba memperbaiki secara Pribadi terhadap beberapa kerusakan dengan cara semampu pihak Puskesmas Mersam.
