BENCANA ASAP : 3.694 Personil Gabungan TNI-POLRI Diterjunkan untuk Padamkan Api. ISPU Sudah Dilevel Berbahaya

INILAH JAMBI, Jakarta : Bencana asap yang ditimbulkan akibat karhutla di Sumatera dan Kalimantan masih belum dapat diatasi secara tuntas.

Pantauan Satelit Terra Aqua dari NASA pada Minggu (4/10/2015) tercatat 1.820 titik, yaitu di Sumatera 1.563 titik (Sumsel 1.340, Riau 9, Jambi 131, Babel 22, Lampung 57, Kepri 1), dan di Kalimantan 257 (Kalbar 51, Kalteng 108, Kalsel 71, Kaltim 27).

“Lebih dari satu bulan hotspot di Sumsel belum juga dapat dipadamkan. Konsentrasi hotspot di Sumsel ini terdapat di perkebunan dan hutan tanaman industri di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI),” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (4/10/2015).

Pantauan satelit dari NASA terlihat dengan jelas asap tebal diproduksi dari Kabupaten OKI dan Musi Banyuasin yang terbawa angin kearah Barat Laut-Utara sehingga menambah kepekatan asap di Jambi dan Riau.

“Bahkan asap ini menyebar ke wilayah Malaysia pada (4/10/2015). Di Kalimantan asap masih mengepung Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat,’ ujar Sutopo.

Jarak pandang pendek, kata Sutopo menyebabkan penerbangan terganggu. Jarak pandang pada hari ini pukul 17.00 WIB di Pekanbaru 500 meter, Jambi 500 meter, Palembang 700 meter, Ketapang 800 meter, Sintang 400 meter, Pontianak 1.000 meter, dan Palangkaraya 100 meter.

Kualitas udara dari ISPU juga menunjukkan level Tidak Sehat hingga Berbahaya. Udara di Pekanbaru 380 ugr/m3 (Berbahaya), Jambi 504 (Berbahaya), Palembang 391 (Berbahaya), Palangkaraya 983 (Berbahaya), Medan 166 (Tidak Sehat), Pontianak (275 (Sangat Tidak Sehat).

“Untuk mengatasi hal ini, BNPB mengerahkan 7 helikopter dan pesawat water bombing, serta 1 pesawat Casa hujan buatan di Sumsel,” tambah Sutopo.

Selain itu, 1.594 personil TNI-Polri dari Jakarta pun dikirim ke Sumsel untuk memperkuat satgas darat di Sumsel sehingga total 3.694 personil gabungan memadamkan api di darat.

“Langkanya awan potensial di Sumsel menyebabkan hujan buatan belum optimal. Beberapa helikopter water bombing akan dipindahkan homebase-nya ke OKI dan Muba untuk memudahkan pemadaman,” tukas Sutopo.(ij-ono)

sumber :  Metrotvnews.com

 

 

Bagikan
HOT NEWS