Berikut 16 Nama DPO yang Berhasil Ditangkap Kejati Jambi

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Berikut 16 Nama DPO yang Berhasil Ditangkap Kejati Jambi


Inilah Jambi – Kejaksaan Tinggi Jambi (Kejati)  pada tahun 2018 ini telah berhasil menangkap 16 orang yang masuk kedalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dari target 20 nama yang di ajukan ke Kejaksaan Agung.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kejati Jambi, Andi Nurwinah pada saat mengadakan jumpa pers terkait keberhasilan capaian kinerja Kejati Jambi dan Kejaksaan Negeri Wilayah Hukum Kejati Jambi periode januari sampai juni tahun 2018, di Aula Kejati Jambi, Jumat 20 Juli 2018.

“Kami teleh mengajukan ke Kejaksaan Agung sebanyak 20 orang untuk target tahun 2018, akan tetapi ini alhamdulillah sudah terealisasi 16 orang sudah tertangkap, sisa 4,” ungkap Andi Nurwinah.

Menurut Andi Nurwinah, dari 16 nama yang sudah tertangkap tersebut ada sebagian yang telah dilimpahkan ke Pengadilan dan juga ada yang sudah di Eksekusi. Namun, untuk 4 nama yang belum ditangkap, Kejati Jambi beserta jajaran akan terus melakukan pengejaran.

Untuk diketahui, adapun nama beserta kasus ke 16 orang yang berhasil di tangkap Kejati Jambi dan jajaran ialah:

1. Aulia Tasman (Terpidana korupsi kasus pengadaan alat kesehatan di Universitas Jambi tahun 2013).

2. Gregory Isaac Iskandar Bin Iskandar Alamiah (Tersangka korupsi kasus proyek pengerukan alur pelayaran pelabuhan Talang Duku Jambi tahun anggaran 2011 pada administrasi Pelabuhan Jambi).

3. Buswan (Terpidana kasus uang rutin/dana tambahan  penghasilan tidak tetap anggota DPRD Tebo tahun 2000-2005).

4. Nur Rahman bin Yusuf (Terpidana kasus penambangan emas tanpa izin melanggar pasal 158 UU RI No.4 tahun 2009 tentang mineral dan batubara).

5. Sani bin Saleh (Terpidana kasus penambangan emas tanpa izin melanggar pasal 158 UU RI No.4 tentang mineral dan batubara).

6. Hendri Yanto bin M. Nur (Terpidana kasus penambangan emas tanpa izin melanggar pasal 158 UU RI No.4 tentang mineral dan batubara).

7. Adnan bin Ugut (Terpidana korupsi kasus pengadaan dan pemasangan ajir, papan nama blok / kelompok pondok kerja dan gubug kerja sebanyak 8 unit pada dinas Kehutanan Kabupaten Muaro Jambi tahun anggaran 2008 sebesar Rp. 98.000.000)

8. Revolren Simanjutak (Terpidana korupsi kasus kegiatan memasukkan biaya asuransi kesehatan dan general check up tersendiri yang seharusnya hal tersebut tidak perlu dianggarkan lagi karena MoU antara DPRD Kab. Tanjung Jabung Timur dengan PT. Takaful Keluarga).

9. Subianto bin Sumardi (Terpidana kasus tindak pidana korupsi penggunaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2008-2009 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 32.000.000).

10. Ferry Nursanti binti Abu masnyur (Tersangka tindak pidana korupsi pada kegiatan pelepasan hak atas tanah milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun seluas 24.870 M2).

11. Hafifullh Sinwani (Tersangka tindak pidana korupsi penggelapan aset /barang milik Pemerintah Kabupaten Sarolangun pada UPT alat berat dan perbengkelan (Alkal) Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sarolangun).

12. Syafruddin bin Muslim (terpidana melanggar pasal 372 KUHP).

13. Toha Mariono.

14. Arif Hidayat.

15. Hengki Atan.

16. Alfen Stoni.

(Yudi)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN