Cerita Warga Soal Buruknya Fasilitas SDN 300 Desa Sungai Tebal Merangin

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

Cerita Warga Soal Buruknya Fasilitas SDN 300 Desa Sungai Tebal Merangin


Inilah Jambi – Buruknya fasilitas SDN 300/VI di Desa Sungai Tebal, Dusun Tiaro, Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, seperti yang didokumentasikan fotographer Antara Foto, Wahdi Septiawan, pada 21 Oktober 2015 ditanggapi warga sekitar.

Inilahjambi sedianya akan mengkonfirmasi foto-foto tersebut ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin dan Bupati Al Haris. Namun hingga saat ini, yang bersangkutan belum dapat dikonfirmasi.

Tak menyerah, Inilahjambi menghubungi warga sekitar dan menjumpai Arul Ya Arul pada Jumat 23 Oktober 2015.

Diceritakan Arul, ruangan kelas dalam foto tersebut memang seperti itu, seadanya dan minim fasilitas. Namun itu adalah kelas yang dibangun atas swadaya masyarakat sekitar.

Berita terkait: 

“Ruangan itu dibangun atas swadaya masyarakat. Mereka bergotong-royong membangun sekolah untuk anak-anak. Sebenarnya ada gedung sekolah yang dibangun pemerintah untuk SDN 300 itu, tapi lokasinya jauh dari pemukiman warga Sungai Tebal,” ujar Arul.

Dikatakan Arul, gedung SDN 300/VI Desa Tiaro dulunya bertempat dekat sungai yang jaraknya 1,5 kilo meter dari pemukiman warga. Namun karena orang-orang tua merasa takut anaknya harus sekolah sejauh itu dari rumah, maka mereka meminta agar aktivitas belajar mengajar dipindah dekat rumah. Mereka akan membangun kelas sendiri untuk anak-anak mereka.

“Gedung SDN itu dibangun dekat sungai. Karena adanya permintaan masyarakat, maka dipindah ke atas, dan dibangun dengan dana swadaya,” ungkap Arul.

Beberapa waktu kemudian, kata Arul, akses jalan menuju kelas SD swadaya dibuka. Sehingga anak-anak lebih suka belajar di kelas itu, dari pada jauh-jauh ke gedung sekolah milik pemerintah.

“Waktu dulu jalan lewat SD lamo sangatlah jauh. Sekarang pun mereka tetap memilih belajar di kelas swadaya itu,” pungkas Arul.

Sebelumnya, sebuah foto muncul di laman antarafoto.com pada 21 Oktober 2015, yang menggambarkan buruknya fasilitas SDN 300 Desa Sungai Tebal, Lembah Masurai.

Dalam foto itu tampak anak-anak sedang belajar dalam ruang kelas berlantai tanah dan berdinding kayu, tanpa pencahayaan yang memadai.

Dalam foto terlihat, cahaya masuk hanya berasal dari matahari di bagian depan kelas dan dinding belakang yang dipasang secara renggang.

Lantai kelas berupa tanah halus yang mengandung debu. Bukan tanah keras laiknya lantai, sehingga debu-debu bisa beterbangan saat ada yang lewat.

Meja belajar sepertinya hanya terbuat dari tripleks dengan kaki-kaki kayu ukuran 46 dengan jumlah yang terbatas.

 

(Kil)

Bagikan:
SOROTAN