Danau Biru ini Terbentuk dari Bekas Galian Batubara di Kabupaten Batanghari, Keren Abisss!
Inilahjambi, BATANGHARI– Saat ini masyarakat Kabupaten Batanghari sudah bisa berwisata di Negeri sendiri. Sebab ada potensi alam luar biasa yakni berupa Danau Biru, yang terbentuk secara alami, akibat bekas galian tambang Batubara PT. Bubuhan Multi Sejahtera (BMS).
Keberadaan Danau Biru ini bisa di akses sekitar 15 Km dengan waktu tempuh selama 20 Menit dari pusat kota Muarabulian, tepatnya di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muarabulian Kabupaten Batanghari.
Humas PT.Bubuhan Mitra Sejahtera (BMS) Giman mengakui, saat ini area eks lokasi pertambangan Batubara BMS sementara tidak beroperasi.
“Iya, sementara lokasi PT.BMS yang berkisar 100 Ha, hanya baru digarap sekitar 15 Ha. Saat ini berhenti beroperasi dikarenakan terkait kendala izin, kelengkapan dokumen dan lain-lain,” ujar Giman.
Ditambahkanya, Danau Biru ini terbentuk secara alami, akibat zat kimia yang terkandung didalamnya.
“Bekas Galian tambang, dengan kedalaman sekitar 15 Ha, mungkin terisi air hujan, maka terbentuk seperti Danau, kalau warna Biru Tosca itu, mungkin dari kandungan zat Kimia di bawah lapisan atau Dasar bawah Danau,” jelasnya lagi.
Dikonfirmasi terpisah Kabid Pariwisata Batanghari, kepada awak media mengakui belum mendapatkan informasi terkait keberadaan Danau Biru tersebut. Saat ditanyakan terkait anggaran dana untuk penunjang berkembangnya Pariwisata Alam di Batanghari, Hendra Dufa, SE mengakui anggaran dana tidak ada.
“Kami (Disporapar,red) belum mengetahui keberadaan potensi wisata tersebut, dan anggaran untuk hal itu tidak ada, kami memprioritaskan Wisata Kuliner dan Budaya,” imbuh Hendra Dufa saat dihubungi awak media via ponsel.
Sementara itu, Danau Biru sempat Booming, saat Instagram Resmi Pesona Jambi menggungah akan keberadaan Danau Biru tersebut.
Hal ini mendapat respons positif dari masyarakat Batanghari.
“Iya, Bang pas kami nengok foto di Instagram Pesona Jambi yang dikirim @hendriisaputraa, kami langsung berkunjung kesana Bang, Alhamdulillah dak kalah indah dengan Tangkuban Perahu, namun perlu perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Batanghari dan Provinsi Jambi,”Pungkas Raden Suhur kepada harian ini.
(Syahreddy)
