Fri. Mar 22nd, 2019
Djamaluddin Koedoeboen. (Ist)

Djamaluddin Koedoeboen. (Ist)

Diduga Sebar Fitnah Saat Debat, Jokowi Resmi Dilaporkan ke Bawaslu

Teks Sumber ; RMOL.CO

Inilahjambi – Pernyataan calon presiden petahana, Joko Widodo (Jokowi) dalam debat kedua Pilpres 2019 resmi dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca lagiHendak Truk Batubara, Warga Lebak Bandung Tewas Terlindas

Koordinator Tim Advokasi Indonesia Bergerak, Djamaluddin Koedoeboen yang melayangkan laporan tersebut menilai Jokowi telah menyerang pribadi Prabowo. Serangan itu berkaitan dengan pernyataan Jokowi yang menyebut capres 02 ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan dan Aceh.

“Yang beliau (Jokowi) sampaikan itu lebih kepada menyerang pribadi,” katanya usai melapor di Kantor Bawaslu RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin 18 Februari 2019.

Dijelaskan Djamaluddin, tanah yang dikuasai Prabowo bersertifikat Hak Guna Usaha (HGU), dengan kata lain, tanah tersebut masih sepenuhnya milik negara.

Selain hal itu, dia juga meluruskan bahwa HGU ratusan ribu hektare tanah itu bukan terdaftar atas nama Prabowo, melainkan atas nama perusahaan.

Atas alasan itu, dia menuding apa yang disampaikan Jokowi sebagai fitnah dan telah melanggar Pasal 280 (ayat 1) huruf c UU 7/2017 tentang Pemilu.

Baca lagi :  Seperti yang Sudah-sudah, Jokowi Serang Pribadi Prabowo

“Intinya adalah bahwa dugaan fitnah atau kebohongan capres 01,” rekannya.

Bawaslu telah menerima laporan ini dan teregister dengan nomor: 18/ LP/ PP/ RI/ 00.00/ II/ 2019. Dalam laporannya, Djamaluddin melampirkan bukti berupa pemberitaan di beberapa media dan video debat capres yang berlangsung di Hotel Sultan kemarin. 

Sudah dibagikan