Dulu Dibahas Habis-Habisan, Setelah Warga Setuju Jalan Dua Jalur di Tembesi Tak Jadi Dibangun, Ini Reaksi Warga

Inilahjambi, BATANGHARI – Pembangunan jalan dua jalur menuju Sarolangun, Bungo dan Muara Bulian di Kecamatan Muara Tembesi tampaknya tak jadi dikerjakan. Padahal, sebelum warga sepakat untuk pembebasan lahan pembangunan jalan itu tahun 2016 lalu, polemik terjadi.

Sekretaris Bappeda Batanghari, Mulawarman, yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya belum mengetahui progres rencana tersebut tahun 2017 ini.

“Nanti kita lihat dulu DPA-nya dan kita selusuri, nanti saya kabari,’ kata Mulawarman melalui sambungan telepon, Selasa 10 Januari 2017.

Di lapangan, sejumlah warga bertanya-tanya kapan pelaksanaan pembangunan jalan dua jalur tersebut dilakukan. Sebab, tahun lalu, setelah melalui pembahasan panjang, warga Kelurahan Kampung Baru bersama pihak Pemda Batanghari, Camat Muara Tembesi, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat telah mufakat serta setuju kalau Tembesi akan dibangun jalur dua.

“Kapan jalan kita (red- Tembesi) iko dibangun bang? Belum ado tando-tando akan dibangun. Padahal wargo sudah sepakat untuk setuju,” kata Asri warga Tembesi.

Menurut dia, berdasarkan desas-desus, didapat informasi bahwa jalan jalur dua yang katanya akan dibangun ternyata gagal.

“Agak kecewa juga, tapi kita bisa berbuat apa semua itu tergantung pemerintah,” Kata warga setempat.

Sebagai informasi, Pemda Batanghari pada 2016 lalu sudah membahas untuk pembangunan jalur dua Muara Tembesi dan juga sudah mengelar rapat dengan warga setempat. Masing-masing jalur jalan panjangnya satu kilometer, ke arah Kabupaten Sarolangun, Bungo dan Muara Bulian.

“Pembangunan itu menggunakan dana APBN. Dan kita diharapkan bisa memastikan kesediaan pembangunan jalan dua jalur itu di tahun 2016 mendatang,” papar Hayatutul Islam yang saat itu masih mejabat Kepala Bappeda.

Pada Maret 2016 lalu Hayatul mengatakan, untuk tahap awal, Pemda melakukan sosialisai pembangunan jalan dua jalur kepada warga yang terkena dampak, dan membujuk untuk mendukung rencana tersebut.

“Hasilnya, sebanyak 63 persen warga terdampak menyatakan setuju, dan 23 persen menyatakan setuju dengan catatan ada ganti rugi. Sementara sisanya sebanyak 14 persen tidak setuju,” paparnya.

“Kita sudah melakukan rapat dengan tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan dari Kecamatan Muara Tembesi termasuk kita mendapatkan angka itu dari Lurah Kampung Baru,” kata Hayatul saat menjabat sebagai Kepala Bappeda pada Maret 2016 lalu

Perbedaan tanggapan masyarakat terkait pembangunan jalan dua jalur, menurut dia hal yang lumrah.

“Itulah yang menjadi tugas kita, meyakinkan warga agar semuanya setuju melalui komunikasi dan pembicaraan dengan mereka. Kita berharap itu bisa cepat diputuskan. Jika tidak, kita tidak akan mendapatkan dana itu. Dan tentu kita akan merugi,” ucapnya.

Terkait jalan dua jalur, kata Dia, membutuhkan lebar 21 meter. Sementara kondisi lapangan, ruko dan bangunan di Simpang Tiga Tembesi mepet dengan jalan. Maka sudah bisa dipastikan sebagian tanah dan bangunan milik warga akan terkena imbas. “Itu sudah pasti. Tentu akan kita upayakan melakukan penggantian,” ungkapnya.

 

 

 

 

(Syahreddy)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN