Tue. Oct 22nd, 2019

Fachrori Dorong Bumdes Kembangkan Ekonomi Desa

Inilahjambi – , Panen Raya Kolam Pertiwi yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wisata Desa Pendung Talang Genting Kecamatan Danau Kerinci, Sabtu 19 Januari 2019.

Dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah mendorong beberapa perubahan mendasar bagi Desa menjadi Subjek Pembangunan melalui Kewenangan Lokal Skala Desa, desa dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta mengatasi permasalahan yang dihadapinya.

“Upaya pemerintah dalam membangun desa terus digulirkan, khususnya dalam penguatan infrastruktur, serta pengurangan pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Fachrori.

Plt. Gubernur Jambi Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum, mengharapkan salah satu lembaga yang diharapkan dapat mendorong kemandirian desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

BUMDes merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa yang dipisahkan, guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk kesejahteraan masyarakat desa.

“Apresiasi pelaksanaan Panen Raya Kolam Pertiwi yang merupakan hasil binaan dari BUMDes Wisata Desa Pendung Talang Genting ini dan berharap Keberadaan BUMDes Wisata Desa Kolam Pertiwi ini mampu meningkatkan perekonomian Desa, dan menjadi icon baru wisata desa,” kata Fachrori.

Baca juga: Pemprov Jambi Siapkan Tanah di Depan SPN untuk Pembangunan Lapas

Plt. Gubernur Jambi berharap pengembangan desa wisata mampu meningkatkan PAD Desa, seperti Desa Ponggok di Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah yang sedang hangat dibicarakan diberbagai media sosial, serta menjadi BUMDes Percontohan Nasional dimana Desa Ponggok melalui pemberdayaan BUMDes, berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui pemanfaatan berbagai potensi desa.

“Tentunya dapat menjadi motivasi kita bersama untuk terus mendorong kemajuan desa,”harap Fachrori.

Bupati Kerinci Dr.H.Adirozal,M.Si, menyampaikan dari 285 desa, 2 kelurahan sudah terbentuk 184 desa yang memiliki Bumdes.

“Ada yang kencang larinya, ada yang lambat, ada yang harus dipacu larinya namun kita bertekad semua Bumdes tetap harus lebih baik,” ungkap Bupati Kerinci.

Bupati Kerinci menyampaikan keberadaan bumdes sangat penting karena dipandang mampu menghidupkan desa secara mandiri.

“Kita tidak tahu kapan berakhirnya kucuran dana pusat untuk pembangunan desa,” jelas Bupati Kerinci.

Mendukung keberadaan Bumdes Wisata Pentagen, Bupati Kerinci memerintahkan Dinas Perikanan untuk menurunkan alat berat termasuk Dinas Pekerjaan Umum Kerinci melakukan pengerukan tanah.

“Saya minta tahun ini untuk mengeruk bagian yang belum kalau kurang dari perikanan di PU juga ada mumpung masih awal tahun sudah bisa dikeruk dan saat ini ada 20 ton lebih ikan,”kata Bupati Kerinci.

Bumdes merupakan sokoguru sumber ekonomi baru bagi desa untuk menghidupi perekonomian desanya ke depan, kucuran dana desa untuk pembangunan tidak bisa dipastikan setidaknya desa punya sumber ekonomi yang bisa menopang sumber kehidupan penyelenggaraan pemerintahan desa pada masa mendatang.

Kades Pendung Talang Genting Usman menceritakan dulunya di kawasan tersebut dinamai Maskapai karena bekas penjajahan Belanda dimana terdapat pabrik milik Belanda.

“Gerbang dibuat Bambu Runcing melambangkan perlawana, tahun 2016 konsultasi dengan Pemkab untuk membuat Bumdes dan tahun 2017 mulai berkembang Februari keruk Kolam Pertiwi,” kisah Usman.

Awalnya untuk embung desa dimana ada 80 hektare sawah mendapat manfaat dalam dua tahun dalam keadaan normal

“Dulunya saat hujan kebanjiran panas kekeringan adapun Pemprov Jambi memberi bantuan perikanan 60ribu bibit dan 1,5 ton pakan, keberadaan embung berfungsi untuk ketersedian air yang mengairi sawah untuk masyarakat, perikanan dan pariwisata adapun jalan dan WC mendapat bantuan 460 juta rupiah dari Kementerian Desa dimana saat hari minggu ada 500 orang pengunjung yang berwisata disini,” kata Kepala Desa Pentagen.

Keberadaan Bumdes Wisata mampu menyerap 50 pekerja dan 30 orang pedagang yang kedepannya diharapkan adanya Homestay dan Musholla.

 

(Raihan, foto: Agus. video: Latib).

Sudah dibagikan