Gara-Gara PETI di Merangin, Paman Dibacok Keponakan Sendiri

Inilahjambi, MERANGIN – Warga Desa Rantau Ngarau, Tabir Ulu, Kabupaten Merangin heboh dengan kejadian pertumpahan darah yang dilakukan oleh Bujang terhadap pamannya sendiri, Aman (6).

Pembacokan yang terjadi pada Kamis sore 19 Mei 2016 itu dilatarbelakangi oleh Pertambangan Ilegal Tanpa Izin (PETI). Bujang disebut-sebut tidak senang dengan pamannya, karena merasa dihalang-halangi.

Karena emosi, Bujang langsung mengambil parang dan membacok pamannya. Akibat dari bacokan tersebut pergelangan tangan korban nyaris putus dan beberapa luka lainnya di tubuh korban.

Kapolsek Tabir Ulu, AKP Rasiman, membenarkan adanya kejadian ini. Ia mengatakan, pembacokan terjadi sekira pukul 17.00 WIB di Desa Rantau Ngarau.

“Kronologis pastinya sedang kita dalami. Kami mintai keterangan dari beberapa orang saksi. Sementara pelaku langsung kabur usai melakukan pembacokan,” ujar Rasiman.

Rasiman juga menbenarkan bahwa pangkal permasalahan adalah kisruh lahan PETI. Antara pelaku dan korban adalah keponakan dan paman dekat.

“Soal lahan PETI. Sebab lahan untuk lokasi peti tersebut masih besengketa,” ujar Rasiman.

Akibat sabetan senjata tajam pelaku, kini korban dirawat di Rumah Sakit Umum Kolonel Abunjani Kota Bangko. Sementara pelaku pembacokan masih diburu polisi.

 

 

 

(Kil)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN