Gegara Gugatan CE- Ratu, KPU Keluarkan Duit Rp7,8 M Lagi untuk PSU

Jangan Lupa Berbagi

Gegara Gugatan CE- Ratu, KPU Keluarkan Duit Rp7,8 M Lagi untuk PSU


Inilah Jambi – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan pasangan Cek Endra – Ratu Munawaroh dan memerintahkan KPU melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 88 TPS.

Setelah melakukan koordinasi Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal, mengatakan, pihaknya membutuhkan anggaran sebesar Rp7,8 Miliar untuk melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU). Anggaran itu diketahui setelah KPU menggelar rapat koordinasi (rakor), Senin 22 Maret.2021 malam.

Menurut Apnizal, anggaran sebanyak itu termasuk untuk biaya Alat Pelindung Diri (APD) protokol kesehatan. Namun angka ini masih bisa berubah sesuai kebutuhan.

Dikatakan dia, tahapan yang akan dilakukan 30 hari pertama adalah melakukan pergantian PPK dan KPPS serta persiapan logistik. Setelah itu baru dilaksanakan PSU.

”Soal jadwal pelaksanaan PSU kita masih menunggu keputusan dari KPU RI, katanya.

Selain itu, lanjut Apnizal, KPU juga menekankan supervisi ketat dan bimtek yang penuh untuk menjaga pelaksanaan PSU yang berintegritas.

Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Asnawi mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi internal membahas putusan MK serta menetapkan langkah langkah pengawasan berikutnya. Ia juga menegaskan pengawasan PSU akan lebih diperketat dari sebelumnya.

Selanjutnya baca 

Arang Habis Besi Binasa; Menakar Peluang CE-Ratu dalam PSU Pilgub Jambi

***

 

MK Putuskan PSU di Pilgub Jambi? Masyarakat: Kami Sudah Muak dan Capek!


Inilah Jambi – Jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan Cek Endra terhadap KPU untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Jambi apatisme masyarakat diyakini akan meningkat.

Apatisme ini akan berdampak terhadap partisipasi masyarakat pemilih dan keberhasilan PSU oleh KPU.

Peneliti lembaga riset Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana meyakini partisipasi pemilih dalam PSU cenderung lebih rendah dibandingkan saat hari H pemungutan suara.

“Pasti berpengaruh, minimnya partisipan dalam PSU pasti berdampak ke partisipasi pemilih,” ujar Ihsan.

Ia mengatakan, sejumlah persoalan menyebabkan partisipasi pemilih menurun dalam PSU. Sebab, PSU bisa saja dijadwalkan pada hari kerja, berbeda dengan pelaksanaan pemungutan suara serentak pada 9 Desember 2020 yang ditetapkan menjadi hari libur nasional baca selengkapnya 

 

***

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi

Tinggalkan Balasan

SOROTAN