MK Putuskan PSU di Pilgub Jambi? Masyarakat: Kami Sudah Muak dan Capek!

Jangan Lupa Berbagi

MK Putuskan PSU di Pilgub Jambi? Masyarakat: Kami Sudah Muak dan Capek!


Inilah Jambi – Jika Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan Cek Endra terhadap KPU untuk dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Jambi apatisme masyarakat diyakini akan meningkat.

Apatisme ini akan berdampak terhadap partisipasi masyarakat pemilih dan keberhasilan PSU oleh KPU.

Peneliti lembaga riset Konstitusi dan Demokrasi (Kode) Inisiatif Muhammad Ihsan Maulana meyakini partisipasi pemilih dalam PSU cenderung lebih rendah dibandingkan saat hari H pemungutan suara.

“Pasti berpengaruh, minimnya partisipan dalam PSU pasti berdampak ke partisipasi pemilih,” ujar Ihsan.

Ia mengatakan, sejumlah persoalan menyebabkan partisipasi pemilih menurun dalam PSU. Sebab, PSU bisa saja dijadwalkan pada hari kerja, berbeda dengan pelaksanaan pemungutan suara serentak pada 9 Desember 2020 yang ditetapkan menjadi hari libur nasional.

Sehingga, kemungkinan pemilih tidak dapat datang kembali ke tempat pemungutan suara (TPS).

Selain itu, sosialisasi adanya PSU juga dilakukan tidak secara masif dan hanya sebatas pemberitahuan ke pemilih di TPS yang melaksanakan pemungutan suara ulang.

Sementara itu sebagian masyarakat dengan tegas menyatakan sikapnya atas proses pemilihan yang dinilainya bertele-tele ini.

“Masyarakat itu sudah muak dan capek dengan proses pemilihan gubernur ini. Mereka tahunya yang menang Pilgub Jambi itu Haris -Sani. Pasangan CE- Ratu kalah. Yang menang, ya menang, untuk apalagi diributkan. Apalagi sampai pemilihan ulang,” kata Arif Munandar, warga Perumahan Asri , Kecamatan Pallmerah, Kota Jambi.

Kejenuhan masyarakat terhadap proses pemilihan ini juga dipicu oleh pandemi yang tak jelas juntrungannya.

Kondisi pandemi ini berdampak terhadap ekonomi dan sosial masyarakat. Pemerintah termasuk calon gubermur yang bertarung kemarin seharusnya lebih fokus terhadap penanggulangan covid 19, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Di satu sisi masyarakat diminta untuk menjaga jarak, di sisi lainnya pemilihan dibiarkan bertele-tele yang jelas-jelas akan menciptakan kerumunan. Ini kontradiktif yang diciptakan pemerintah. PSU jelas sangat kontraproduktif,” kata Sudirman warga Pasar Jambi.

Diketahui pasangan Cek Endra dan Ratu Munawaroh menggugat KPU Jambi ke Mahkamah Konstitusi karena mereka kalah dari pasangan Haris-Sani.

Pasangan ini menuding KPU curang dan memohon kepada MK agar dilakukan pemilihan suara ulang.

Di lapangan praktik-praktik kecurangan justru banyak dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk memenangkan CE-Ratu, seperti pencurian suara pasangan 02 sebanyak 2 ribu suara yang dialihkan ke pasangan CE- Ratu di Kotobaru, Sungaipenuh.

Praktik kecurangan juga terungkap saat pasangan CE – Ratu melakukan kampanye di luar jadwal jelang pemilihan di Sadu Kabupaten Tanjab Timur dan Kota Jambi. Meski kemudian Bawaslu setempat mengatakan tidak memenuhi unsur, namun proses laporan ini diteruskan ke DKPP dan saat ini tengah disidangkan.

Baca juga;

 

Selanjutnya baca; 

“Operasi Kotor” Pasangan 01 di Pilgub Jambi

***

Jangan Lupa Berbagi
SAKSIKAN VIDEO DI BAWAH INI: Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2021-2022 Yayasan Jami' Al Falah Jambi

Tinggalkan Balasan

SOROTAN