Sun. Aug 25th, 2019
Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Eva-detikcom)

Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Eva-detikcom)

Gudang Kotak Suara Terbakar di Sumbar, Bawaslu Tunggu KPU soal Form C1

Teks Sumber : Detik.com

Inilahjambi – Bawaslu menunggu keputusan KPU terkait kasus kebakaran gudang kotak suara di Sumatera Barat. Keputusan itu berkaitan dengan apakah KPU bisa menggunakan form C1 yang dibawa para petugas atau harus memiliki surat suara asli hasil pencoblosan.

Baca lagiKPU: Petugas KPPS yang Meninggal Bertambah Jadi 119 Orang, 548 Sakit

“Tinggal sekarang kesepakatan kami sedang menunggu rekom (rekomendasi) daripada KPU-nya, apakah dapat mempergunakan form C1 yang dipegang oleh para saksi dan oleh para KPPS, dan juga dipegang oleh pengawas TPS,” kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 23 April 2019.

“Itu kan dokumen tersebut sudah ada kira-kira, tapi kan yang surat suara asli kan ada di dalam kotak. Itu yang hilang, itu yang hangus, termasuk juga form-form,” imbuhnya.

Fritz mengatakan form yang dimaksud sudah ada di tangan para saksi dan juga para petugas TPS. Fritz masih menunggu keputusan KPU apakah bersedia menggunakan form C1 yang dimiliki petugas ataukah harus melaksanakan pemungutan suara ulang.

“Apakah mereka bersedia untuk dapat mempergunakan form yang ada atau akan dilakukan pemungutan suara ulang, kita masih menunggu hasil bagaimana rapat antara KPU dan Bawaslu serta partai politik di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat,” jelasnya.

Sebelumnya, gudang penyimpanan kotak suara untuk Pemilu 2019 yang digunakan sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar) dilalap api. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Senin 22 April 2019 dini hari.

Di dalam gudang itu terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 tempat pemungutan suara (TPS), tetapi kabar terakhir menyebutkan bila yang terbakar sebanyak 19 kotak suara.

Komisioner KPUD Kabupaten Pesisir Selatan, Medo Patria, mengaku masih terus menginventarisasi kondisi kotak lainnya. Sedangkan untuk 19 kotak suara yang terbakar, menurutnya, ada yang rusak di bagian luar dan ada yang sampai menghancurkan keseluruhan isinya.

Baca lagi : BPN Prabowo Sandi Dukung Pembentukan TPF Kecurangan Pilpres

Kotak suara yang terbakar itu disebut Medo ada yang menyimpan surat suara Pilpres, ada pula yang untuk Pileg. Menurut Medo, Bawaslu setempat akan menggelar rapat dengan kepolisian untuk menindaklanjuti peristiwa itu.

Sudah dibagikan