Jam Gadang, Bangunan Kebanggaan Bukittinggi

Inilahjambi – Jam Gadang? Yap….bangunan yang menjadi kebanggan orang Bukittinggi. Bangunan ini berdiri sejak zaman penjajahan belanda dahulu.

Jam Gadang juga yang menjadi saksi bisu perubahan yang terjadi di Bukittinggi. Mulai dari pengambil alihan kekuasaan oleh pemerintahan Jepang, masa kemerdekaan, hingga pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke kota kecil ini pada tahun 1948 hingga 1949. Sedangkan nama bangunan setinggi 26 meter ini diambil dari bahasa Minang yang berarti jam besar.

Jam Gadang dikelilingi oleh taman cantik yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Dan taman ini biasanya menjadi spot terbaik bagi wisatawan untuk berfoto.

Jangan khawatir jika ingin foto langsung cetak, banyak fotografer professional yang siap membantu pengunjung. Tentunya dengan harga yang bersahabat.

Tidak hanya sekadar berfoto di bawah Jam Gadang, pengunjung juga bisa mencari tahu lebih jauh lagi tentang sejarah singkat jam gadang. Bersama salah satu komunitas pecinta sejarah di Sumatera Barat, Tambo Komunitas, pengunjung bisa ikut mengintip sekaligus mendengarkan langsung sejarah serta ulasan mengenai Jam Gadang tersebut, langsung dari Bapak Fauzi Azim, petugas sekaligus teknisi Jam Gadang.

Jam ini didatangkan dari Rotterdam sebagai hadiah dari Ratu Belanda. Pada mesin jam tertera nama B Vortmann, yang merupakan nama dari pembuat jam ini.

Sedangkan arsitek Jam Gadang merupakan putra asli Minangkabau, yakni Yazid Sutan Maruhun dan Rasid Sutan Gigi Ameh. Menggunakan putih telur selain semen sebagai bahan bangunannya, Jam Gadang masih berdiri kokoh lho sejak tahun 1926.

Berbeda dengan kembarannya, Big Ben, yang sudah memakai mesin digital, mesin jam gadang masih digerakkan secara manual yang dalam jangka waktu tertentu harus diputar oleh Bapak petugas dan harus terus diawasi dan dirawat.

Jam Gadang menjadi bangunan dengan posisi paling tinggi di Bukittinggi. Konon kabarnya, tidak ada bangunan yang boleh melebihi ketinggian Jam Gadang.

Berhubung Jam Gadang merupakan salah satu bangunan bersejarah, maka untuk dapat masuk dan mengintip ‘isi’ Jam Gadang harus melalui prosedur tertentu agar landmark kota Bukittinggi ini tetap berdiri kokoh dan terjaga.

Walaupun demikian, pengunjung masih bisa menikmati keindahan Jam Gadang sembari berfoto dari taman Jam Gadang. Mau langsung update foto di media sosial? Jangan khawatir, pemerintah kota Bukittinggi sudah menyediakan WiFi gratis di sekitar Jam Gadang untuk para wisatawan.

Nah, bagi sahabat traveler yang berkunjung ke Jam Gadang, jaga kebersihannya ya. Mari manfaatkan fasilitas yang sudah disediakan sebagaimana mestinya. Jangan lupa berfoto di Jam Gadang ya. Selamat berwisata sejarah.

 

 

(Sumber: detik.com)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Berikan informasi ini sebagai inspirasi dan insight ke sesama.
SOROTAN