Kapolres: Potensi Konflik di Kerinci Sangat Tinggi

Inilahjambi – Kapolres Kerinci AKBP Heru Ekwanto S.I.K mengatakan,  konflik di wilayah Kabupaten Kerinci sangat tinggi.

Konflik, kata Kapolres, sebagian besar bersumber dari masalah kenakalan remaja, masalah lahan perladangan.

“Seperti contoh yang pernah terjadi di Tamiai, Kebun Baru, Pulau Sangkar dan saat ini di Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman,” kata Kapolres , Kamis 16 Januari 2020.

Selain itu, Pilkada serentak tahun 2020 yang sebentar lagi akan bergulir juga mengandung potensi konflik.

Untuk itu dirinya berharap dukungan dari masyarakat Kerinci dan Sungaipenuh untuk sama-sama menjaga keamanan.

“Sebentar lagi kita akan menghadapi Pilkwako dan Pilgub tahun ini, untuk itu saya berharap kepada para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk dapat menjadi mitra kepolisian dalam menjaga situasi yang kondusif selama tahapan Pilkada serentak, sampaikan kepada masyarakat tentang hal – hal yang positif dan jangan sampai menjadi provokator,” harapnya.

Ia meminta kerjasama dengan semua pihak, baik itu dari tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam menciptakan Sitkamtibmas yang kondusif.

Ketua MUI Kerinci, Dr. Rasyidin, dalam arahannya menyampaikan bahwa dirinya dan Masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh menyambut baik dengan adanya kerjasama dalam penanganan masalah konflik di desa yang tidak dapat diselesaikan melalui adat.

“Kami Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Kabupate Kerinci dan Kota Sungai Penuh sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Polres Kerinci, baik itu masalah penyelesaian konflik di desa maupun dalam penanganan masalah pilkada ini,” tuturnya.

 

(Idp)

HOT NEWS