“Karet Jambi tu Kotor, Ada Tanahnya, Batu, dan Kotoran, Kalau Dijual ya Jatuh Harganya”

Inilahjambi, JAMBI – Peraturan Gubernur Jambi tentang harga bongkahan karet yang di pertanyakan petani kepada Pemprov Jambi dijawab langsung oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

Dikatakan Zola, Pemerintah Provinsi Jambi sudah ada kesepakatan dan tinggal mensinerjikan antara Pemprov bersama semua pemerintah kabupaten yang mempunyai lahan karet terbanyak.

“Sudah ada kesepakatan, tinggal mensinerjikan antara Pemprov bersama semua Pemkab yang punya lahan karet terbanyak,” ungkap Zola, Senin 26 September 2016 usai rapat paripurna di DPRD Provinsi Jambi.

Berita terkait:

Selain itu, lanjut Zola, langkah paling awal yang harus dilakukan para petani adalah merubah budaya. Para petani harus menghasilkan karet yang bersih.

“Kita ada satu jalan sekarang itu yang paling awal yang harus dilakukan, adalah merubah budaya untuk menghasilkan karet yang bersih. Sudah dibuktikan bahwa sekarang ini mayoritas karet yang dihasilkan petani Jambi itu kotor, kalau kotor harganya jatuh. Nah ini butuh waktu karena banyak sekali karet-karet itu ada tanahnya ada batunya ada kotorannya kalo dijual ya jatuh lah,” terang Zola.

Pemerintah Provinsi Jambi juga akan meminta kepada Pemkab untuk mendaur ulang kebun karet yang ada

“Tetapi ini belum selesai disitu, kita (Pemprov) meminta pemkab mendaur ulang kebun karet yang ada dan saya juga akan sampaikan ke Menteri untuk dapat memberikan bantuan bibit karet saat berkunjung ke Jambi nanti,” tutup Zola.

 

Baca juga:

 

 
(Zalman Irwandi)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN