LAM Tabir Luncurkan Buku “Adat Lamo Pusako Usang”

Inilahjambi, MERANGIN – Lembaga Adat Melayu Kecamatan Tabir, Merangin, meluncurkan buku “Adat Lamo Pusako Usang”. Penerbitan buku itu dimaksudkan untuk menjaga adat pusaka nenek moyang orang Tabir di Merangin.

Salah seorang tokoh adat Tabir, Datuk Abdullah Sani, mengatakan, selama ini adat Tabir merupakan pusaka yang dijaga terus menerus oleh para ninek mamak terdahulu.

Tapi sayangnya belakangan ini, pusako itu usang karena secara kelembagaan tidak dibentuk pengurusan kembali.

Oleh karena itu, kata Abdullah Sani, perlu peran anak-anak muda untuk mengaktifkan kembali adat Tabir, agar adat tabir kembali ke kejayaan seperti zaman ninek mamak dahulu.

Secara tegas Datuk Abdullah Sani meminta tokoh muda Muhammad Zen, mengaktifkan kembali Lembaga Adat Melayu Tabir.

“Kita bangga kepada anak panakan kita Muhammad Zen, yang mau membangkitkan adat lamo pusako usang, karena selamo itu bisa dikatakan mati suri tanpa adanya penggerak,” ungkap Abdullah Sani Sabtu 17 September 2016.

Dikatakan Sani, belakangan ini kampung Tabir sudah mulai digerogoti budaya luar, penyebaran narkoba, perampokan, maling sampai perselungkuhan.

“Saat ini kampung kita dari Mudik sampai ke Ilir mulai tidak aman lagi. Sekarang siapa yang bisa mencegah, mulai dari narkoba, perampokan, maling dan persilingkuhan. Maka bangkitlah kita adat Melayu kita,” pintanya.

Sekda Merangin Sibawaihi mengatakan, adat itu memang harus dihidupkan kembali. Menurutnya, jika adat kembali ditegakkan, maka ini juga bisa membantu memecahkan persoalan konflik di tengah masyarakat.

“Kita dukung adat ini dihidupkan kembali. Termasuk penggunaan bahasa Rantau Panjang, seperti, kahut (tidak ada apa-apa), Kahoi (nak iluk) harus tetap dipertahankan juga, karena itu adalah ciri kas daerah kita tinggal,” pesan Sibawaihi, atau yang dipanggil Bang Bawai ini.

Isi buku ‘Adat Lamo Pusako Usang’ itu antara lain, Batandang Ayo, Duduk Nyasat, mutu Unding, Nentun Malom, Blek Endam, Duduk Nikah, Balik Makam, Pergi Ngulai, Anta Tuo, Kato Bejawab Gayung Basmbut, Nganta Pangulok, Jemput Laki, Ngenengah Hidang.

Selain Sekda Merangin Sibaiwaihi, tokoh adat Tabir Abdullah Sani, peluncuran buku itu juga disaksikan tokoh adat 60 Segalo Batin, Lembaga Adat Melayu Kecamatan Tabir.

 

 

(Kil)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN