Mashuri Buka MTQ ke-3 Tingkat Desa Koto Baru
Inilah Jambi – Bupati Merangin Mashuri, dengan gembira membuka acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-3 tingkat Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Kamis malam (29/6).
Acara yang diadakan di Desa Koto Baru tersebut, sangat diapresiasi bupati. Pada kesempatan itu bupati berharap agar kegiatan MTQ tingkat desa itu dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda tahunan desa.
Bupati menyampaikan rasa bangganya terhadap pelaksanaan MTQ tingkat Desa Koto Baru. Kegiatan MTQ itu jelas bupati, memiliki peran penting dalam mempromosikan kecintaan masyarakat terhadap Al-Quran dan menjaga tradisi keagamaan yang ada di Kabupaten Merangin.
Bupati juga menegaskan bahwa MTQ tingkat kecamatan akan diambil dari pemenang MTQ tingkat desa, sehingga mendorong partisipasi aktif dari semua desa di Kabupaten Merangin untuk menggelar MTQ di tingkat desa masing-masing.
‘’MTQ tingkat desa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai langkah awal menuju MTQ tingkat kecamatan dan kabupaten yang lebih besar lagi. Untuk itu MTQ tingkat desa ini penting dilakukan,’’ ujar Bupati.
MTQ ke-3 itu diwarnai dengan penyerahan piagam pendidikan program desa oleh bupati kepada para pelajar Desa Koto Baru yang berprestasi.
Sementara, Kades Koto Baru Ade Satria, berharap melalui program desa itu kualitas pendidikan di desanya bisa lebih maju lagi.
Ade mengungkapkan, bahwa para pelajar berprestasi menjadi salah satu sumber inspirasi bagi generasi muda desa dalam mengejar pendidikan yang lebih baik.
“Penghargaan presatasi ini hendaknya menjadi motivasi tambahan bagi para pelajar lainnya untuk terus berprestasi dan mengukir prestasi yang lebih gemilang di masa depan,” ujar Ade.
Tampah hadir pada pembukaan MTQ tingkat Desa Koto Baru itu, para tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan pemerintahan kecamatan dan sejumlah undangan lainnya.
Semangat kebersamaan dan semangat keagamaan terpancar dalam acara ini, menggambarkan betapa pentingnya kegiatan seperti MTQ dalam memperkuat ikatan sosial dan spiritual di tengah masyarakat. (*)
