Mengenal ‘Gong Buleuh’ Alat Musik Tradisional Suku Kerinci pada Pergelaran JYCF 2025

Asisten Deputi I Kemenpora RI, Muhammad Adsan saat memainkan Gong Buleuh bersama Komunitas Gong Buleuh Alam Sakti Kerinci. (Foto: Istimewa)

Asisten Deputi I Kemenpora RI, Muhammad Adsan saat memainkan Gong Buleuh bersama Komunitas Gong Buleuh Alam Sakti Kerinci. (Foto: Istimewa)

Mengenal ‘Gong Buleuh’ Alat Musik Tradisional Suku Kerinci pada Pergelaran JYCF 2025


Inilah Jambi – ​Gelaran akbar Jambi Youth Community Fest (JYCF) yang berlangsung di Jambi pada 14-15 November 2025 sukses menjadi panggung pertemuan bagi beragam komunitas kreatif dan inovatif anak muda. Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah dari Komunitas Gong Buleuh Alam Sakti.

​Tampil membawakan seni musik tradisional kontemporer, Gong Buleuh Alam Sakti sukses menyajikan perpaduan unik antara instrumen bambu khas Suku Kerinci, Gong Buleuh, dengan sentuhan musik modern. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai bukti nyata bagaimana warisan budaya dapat terus hidup dan relevan di tengah generasi muda.

​Gong Buleuh, alat musik yang secara historis digunakan masyarakat Suku Kerinci untuk mengiringi upacara adat, kini dihidupkan kembali oleh komunitas Gong Buleuh Alam Sakti. Dalam pementasan di Youth Community Fest, mereka tidak hanya memainkan komposisi tradisional, namun juga mengolah instrumen tersebut ke dalam aransemen yang dinamis, penuh energi, dan dekat dengan selera anak muda masa kini.

​​Momen paling berkesan dalam acara tersebut adalah ketika Bapak Muhammad Adsan S.ip, selaku Asisten Deputi I Bidang Pemberdaayan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), menyaksikan langsung pertunjukan Gong Buleuh Alam Sakti.

​Bapak Asdep I tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga secara antusias mencoba memainkan langsung instrumen Gong Buleuh. Momen ini menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap inisiatif budaya yang dimotori oleh kaum muda.

​“Saya sangat terkejut dan terkesan. Ini adalah kolaborasi yang luar biasa antara kearifan lokal dengan semangat pemuda. Gong Buleuh Alam Sakti telah membuktikan bahwa kita bisa menjadi modern tanpa harus melupakan akar budaya kita,” puji Bapak Asisten Deputi I Kemenpora.

​Beliau menambahkan bahwa inisiatif kreatif seperti Gong Buleuh Alam Sakti sangat sejalan dengan visi Kemenpora untuk mendorong kemandirian dan kreativitas pemuda.

‘terimakasih kepada Youth Community fest bagi kami Gong buleuh alam sakti berkesempatan berkontribusi dalam rangkaian kegiatan ini’ ujar Yudha Septa Pranata , Ketua komunitas Gong buleuh alam sakti.

dilanjutkan oleh Pradates Dandi, salah satu anggota gong buleuh ‘ sebuah penghargaan besar bagi kami Bapak Asisten Deputi I Kemenpora turut hadir langsung dan berkesempatan mempelajari serta memainkan alat musik khas tradisi sungai penuh Kerinci , Gong buleuh’

‘Dukungan Bapak Asdep I Kemenpora terhadap gerakan kolaborasi pemuda semakin memperkuat tekad kami untuk terus melestarikan dan memperkenalkan seni budaya sungai penuh kerinci melalui transportasi budaya. Dukungan beliau memberi udara segar pada langkah kami untuk terus berkembang menunjukkan bahwa pergerakan yang dilakukan perlu kolaborasi lintas sektor’ ujar Diki Hanesa, selaku pembina komunitas gong buleuh alam sakti.

Sebagai bentuk apresiasi dan tindak lanjut, Bapak Asisten Deputi I Kemenpora menyampaikan komitmen untuk membawa Gong Buleuh Alam Sakti ke panggung yang lebih luas dengan program-program kemenpora yang akan datang.

​Rencana kolaborasi ini diharapkan menjadi pintu gerbang bagi Gong Buleuh Alam Sakti untuk terus berkarya, sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas pemuda lain di seluruh Indonesia agar berani menggali dan menginovasi kan potensi budaya daerahnya masing-masing. (Red) 

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com
SOROTAN