Mon. Nov 18th, 2019

Foto Hans Christian/Koleksi pribadi

Mengenal Penyakit Campak Pada Anak

2 September 2019

Oleh Hans Christian 

– Penyakit Campak (Rubeola atau Measles) adalah suatu penyakit yang sangat menular, yang disebabkan oleh infeksi virus yang umumnya menyerang anak.

Penyakit Campak ditularkan melalui percikan air liur yang dikeluarkan oleh penderita campak pada saat batuk atau bersin.
Penyakit campak ditandai dengan adanya demam, batuk, pilek dan konjungtivitis (peradangan pada selaput mata atau konjungtiva).

Penyakit campak disebabkan oleh infeksi virus campak yang termasuk ke dalam family paramyxovirus. Penyakit campak jika tidak diobati dan ditangani dengan baik, dapat menyebabkan komplikasi serius bagi anak hingga dapat menyebabkan kematian.

Anak akan lebih berisiko terkena campak bila belum mendapatkan imunisasi campak, bepergian ke wilayah yang sedang mengalami wabah campak, atau kekurangan asupan Vitamin A.

Kasus Campak di Indonesia

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada tahun 2017, tercatat lebih dari 10.000 kasus campak terjadi di seluruh Indonesia, namun kasus campak terus menerus turun dari tahun ketahun melalui upaya pemerintah dengan dilakukannya imunisasi massal, guna mencapai target pemerintah, yaitu Indonesia Bebas Campak pada tahun 2020.

Gejala Campak

Penderita campak awalnya mengalami gejala yang disebut dengan 3C cough (batuk), coryza (pilek), dan conjungtivitis(peradangan pada selaput mata) disertai dengan demam tinggi. Masa penularan penyakit Campakterjadi pada 4 hari sebelum muncul ruam kemerahan sampai 4 hari setelah timbul ruam merah. Puncak penularan pada saat gejala awal, yaitu pada 1-3 hari pertama sakit. Masa inkubasi terjadi pada 7-18 hari.

Gejala klinis terjadi setelah masa tunas 10-12 hari, terdiri dari 3 stadium:

•Stadium prodromal: berlangsung 2-4 hari, ditandai dengan demam yang diikuti dengan batuk, pilek, nyeri menelan, sariawan, dan konjungtivitis/mata merah. Dapat juga timbul gejala khas, yaitu bercak Koplik (Koplik’s spot), yaitu bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.

•Stadium erupsi: ditandai dengan timbulnya ruam kemerahan yang bertahan selama 5-6 hari. Timbulnya ruam dimulai dari batas rambut di belakang telinga, kemudian menyebar ke wajah, leher dan akhirnya bagian anggota gerak (tangan dan kaki).

•Stadium penyembuhan: setelah 3 hari ruam berangsur-angsur menghilang sesuai urutan timbulnya. Ruam kulit menjadi kehitaman dan mengelupas yang akan menghilang setelah 1-2 minggu.

Pengobatan pada Penyakit Campak

Pada dasarnya, anak yang terkena campak tanpa penyulit dapat berobat jalan. Tidak ada pengobatan khusus untuk menangani campak. Namun, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala, yaitu:

1.Bersihkan mata dengan kapas atau kain yang sudah dibasahi dengan air hangat.

2.Berikan anak banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi pada anak.

3.Pada anak boleh diberikan minuman air hangat, tetapi jangan berikan madu pada anak di bawah umur 1 tahun.

4.Pada anak yang demam, dapat diberikan obat penurun demam sesuai dengan anjuran dokter.

5.Anak yang menderita Campak, akan diberikan obat Vitamin A sesuai dengan petunjuk dokter.

Kapan Sebaiknya Anak dibawa ke Dokter?

Jika anak memiliki tanda-tanda penyakit campak yang sudah disebutkan diatas, segera konsultasikan dengan dokter anda. Selain itu, anak yang terkena campak yang disertai dengan gejala demam tinggi yang semakin parah, mengeluhkan rasa sakit di telinga, kesulitan untuk bernapas (sesaknapas), anak cenderung tidur atau sulit dibangunkan, kejang, hingga tidak sadarkan diri harus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Mencegah Penyakit Campak pada Anak

Meskipun penyakit campak sangat menular dan bisa menyebabkan kematian, saat ini satu-satunya cara untuk mencegah penyakit campak adalah dengan pemberian imunisasi pada bayi saat berusia 9 bulan. Saat ini di Indonesia, imunisasi Campak termasuk ke dalam salah satu imunisasi wajib yang didapatkan oleh bayi yang berusia 9 bulan atau lebih di Indonesia.

Imunisasi yang diberikan pada bayi ini akan meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi, sehingga bayi dapat melawan infeksi dari virus campak. Pemerintah telah mencanangkan bahwa pada tahun 2020 Indonesia ditargetkan bebas Campak dan Rubella, melalui kampanye imunisasi MMR bagi anak usia 9 bulan hingga 15 tahun.

Gambar Ilustrasi penyakit campak
(sumber: https://www.limerickpost.ie)

Sudah dibagikan