Naikkan Obat Hingga 4.000 Persen, Bos Perusahaan Pembuat Obat HIV Ditangkap

Inilahjambi, Amerika – Martin Shkreli menjadi buah bibir di Amerika Serikat setelah dirinya ditangkap oleh pihak kepolisian Amerika Serikat. Namanya mendadak tenar karena memimpin perusahaan farmasi Turing Pharmaceuticals.

Perusahaan tersebut terkenal karena menjual obat bernama Daraprim. Obat Daraprim ini digunakan untuk mengobati infeksi parasit seperti toksoplasma yang biasa diderita oleh seseorang yang terkena gangguan sistem imun.Biasanya gangguan imun terjadi akibat terapi kanker atau infeksi HIV.

Obat tersebut menjadi sorotan, karena Turing menaikkan harga obat hingga 4.000 persen. Dari US$ 13,50 menjadi US$ 750. Kenaikkan ini mendapat kecaman dari pelaku industri di negara tersebut.

Namun, seperti dikutip dari NME, Shkreli ditangkap bukan karena kasus menaikkan harga obat Daraprim secara drastis. Sebab, menurut keterangan pihak berwajib, dia diduga melakukan penipuan saham.

Shkreli didakwa secara ilegal mengambil saham dari perusahaan bioteknologi lainnya, Retrophine Inc dan menggunakannya untuk membayar utang lain.

Dia diatangkap di rumahnya di Manhattan dan digelandang ke kantor polisi, yang kemudian diadili di Pengadilan Federal Brooklyn, seperti dikutip CNN Indonesia.com

Di depan hakim, dia mengaku tidak bersalah telah menghadapi penipuan sekuritas dan konspirasi. Shkreli pun dibebaskan larut malam dengan jaminan obligasi senilai US$ 5 juta.

Tak lama setelah pembebasan itu, Shkreli langsung mengundurkan diri dari posisi CEO Turing Pharmaceuticals dan menunjuk Ron Tilles sebagai CEO interim.

“Kami ingin berterima kasih kepada Martin Shkreli yang membantu kami membangun Turing Pharmaceuticals menjadi perusahaan penelitian yang berfokus dinamis seperti sekarang ini, dan ingin dia yang terbaik di masa depan,” tulis pernyataan perusahaan.

 

 

(budhiono)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:[email protected]
SOROTAN