‘Pecah Kongsi’ Kepala Daerah, Wabup Tanjab Timur Roby: ‘Jadi Wakil Harus Tahu Diri…’

Inilah Jambi

Inilah Jambi

Bagikan:

‘Pecah Kongsi’ Kepala Daerah, Wabup Tanjab Timur Roby: ‘Jadi Wakil Harus Tahu Diri...’


Inilah Jambi – Fenomena pecah kongsi pasangan kepala daerah di berbagai daerah, termasuk di Jambi sudah menjadi gunjingan umum di masyarakat.

Kendati demikian Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto dan Wakilnya, Robby Nahliyansyah malah terlihat semakin kompak. Apa resepnya?

“Saya tahu diri, posisi saya adalah sebagai pembantu bupati. Jadi tergantung dari kepala daerah saja,” kata Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Robby Nahliyansyah, Jumat 23 Juni 2017 kepada inilahjambi.com.

Dikatakan Robby, mengacu pada Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah, jabatan wakil kepala daerah tidak memiliki kapasitas yang kuat. Paling tidak jika menengok pada fungsi pengawasan, peranan wabup tidak dijabarkan secara jelas batasan dan kewenangannya bahwa fungsi pengawasan itu sendiri dilakukan oleh inspektorat, dan laporan dari pengawasan itu sendiri diserahkan ke bupati melalui sekda. lantas apa gunanya wakil bupati mengawasi, kata Robby.
.
“Posisi wakil kepala daerah itu adalah pembantu bupati. Sehingga apabila yang bersangkutan merasa posisinya sama dengan kepala daerah. Tunggu saja kehancurannya,” sebut Robby Nahliyansyah lagi.

Kuat atau lemahnya posisi wakil, menurut Robby tergantung dari kebijakan dan kearifan kepala daerah itu sendiri. Terkait kebanyakan wakil yang banyak menuntut, seharusnya kembali pada Undang-undang 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

“Perannya kan cuma pengawasan. Dan itu juga ada pada Inspektorat. Dan institusi ini, memberi laporan kepada Kepala Daerah. Jadi ya. Tidak bisa mau banyak menuntut,” paparnya.

Dikatakannya, untuk itu agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal, Robby bersama 543 Wabup dan Wawako seluruh Indonesia berencana untuk menghadap dan meminta kejelasan Menteri Dalam Negeri berkenaan dengan peran dan fungsi wakil kepala daerah.

Baca juga: 

“Kita minta dan kita mendorong Mendagri umtuk segera mungkin menerbitkan PP yang berkenaan dengan ini. Jika memang itu tidak bisa, maka teman-teman sepakat untuk dihapuskan saja sistem paket (bupati dan wakil bupati) dalam UU Pemilu, karena tidak sejalan dengan prinsip demokrasi itu sendiri. Dipilih sama-sama, begitu terpilih bupati bekerja sendiri sementara wakilnya hanya jadi penonton. serta aroma ban serep sangat kental terasa.
.
Ketika disinggung soal resep kemesraan Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Timur, Robby mengatakan, dia memilih untuk patuh terhadap perundangan yang ada.

“Resepnya.? Bahwa patuh dan memahami aturan itu penting, tapi sejalan dengan itu, komunikasilah ruh dari kepala daerah itu sendiri.,” paparnya.

Diakuinya, dia mengenal Romy Haryanto sejak 2002 lalu. “Kita sudah seperti kakak adik saja. Jadi dalam memimpin itu niatnya dulu harus benar,” pungkas Robby.

(Nurul Fahmy)

 

Bagikan:
SOROTAN