Sat. Jan 18th, 2020

Pemerintah Kembangkan Agroeduwisata Kebun Buah Seluas 30 Ha di Geragai Tanjab Timur

Gambar ilustrasi

Inilahjambi – Kementerian Desa Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PK Trans) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengembangkan agroeduwisata berbasis kebun buah seluas 30 hektare.

Berlokasi di Kota Terpadu Mandiri (KTM) Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi, pengembangan kawasan agroeduwisata ini mulai dilakukan pada tahun 2015.

“Pada 2016, area kebun buah diperluas kembali menjadi 50 hektare dengan empat jenis tanaman buah yang dikembangkan, meliputi durian, kelengkeng, jeruk, dan buah naga,” kata Direktur Jenderal PK Trans M. Nurdin, Kamis, 30 Agustus 2018.

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 di KTM Rabu 29 Agustus lalu, Nurdin mengatakan bahwa hal tersebut sejalan dengan Gerakan Revolusi Oranye, yakni sebuah kampanye dalam pengembangan buah nusantara secara revolusioner dalam skala orchard. Revolusi tersebut sedang digalakkan oleh Pemerintah.

“Visi dari pembangunan kawasan agroeduwisata di KTM ini menjadi andalan peningkatan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Timur,” sambung Nurdin.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai visi tersebut. Seperti, mengembangkan kebun buah Geragai dengan aktivitas yang berfungsi untuk pendidikan dan pariwisata.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan diversifikasi produk kebun buah yang bukan hanya menghasilkan produk fisik berupa buah-buahan, melainkan juga produk jasa berupa layanan edukasi dan pariwisata bagi masyarakat.

Selanjutnya, melakukan riset dan pengembangan produk maupun layanan yang memiliki fungsi edukasi dan pariwisata bagi masyarakat. Lalu, meningkatkan produktivitas dan kualitas komersialisasi produk kebun buah dengan layanan pendidikan dan pariwisata.

“Target pengembangan kawasan agroeduwisata kebun buah adalah terbangunnya kebun buah dengan produktivitas dan kualitas komersial, pengembangan diversifikasi produk hasil kebun buah Geragai, berkembangnya layanan edukasi dan pariwisata bagi masyarakat, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di bidang hortikultura,” tuturnya.

Ke depannya, kawasan agroeduwisata akan dikembangkan menjadi lima zona, yaitu zona perkebunan, zona nursery edukasi, zona peternakan, zona kompos dan pestisida dan zona reservoir. Pengembangan kawasan ini juga terus mendapatkan dukungan dari Kemendes PDTT.

“Di tahun 2018 ini, kami sudah menyalurkan bantuan sarana prasarana sebesar Rp 2,8 miliar, pengembangan usaha transmigrasi Rp 869,4 juta, dan kegiatan sosial budaya sebesar Rp 50 juta. Sedangkan pada 2013 – 2016 lalu, bantuan yang tersalurkan Rp 23,3 miliar. Sehingga total hingga saat ini mencapai Rp 26,8 miliar,” lanjut Nurdin.

Upaya pengembangan kawasan agroeduwisata kebun buah di KTM Geragai diharapkan juga dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah KTM Geragai atau yang dikenal dengan kawasan hinterland. Target pengembangan penanaman komoditi buah-buahan pada area masyarakat mencapai 750 hektare.

 

 

BERITA LAINNYA
Sudah dibagikan