Tue. Mar 26th, 2019

Pencarian 11 Korban Lubang Tambang di Merangin Dihentikan

Inilahjambi, MERANGIN – Pencarian 11 pekerja tambang ilegal yang terkubur hidup-hidup di lubang jarum di Desa Simpang Parit Kecamaran Renah Pembarap Merangin akhirnya dihentikan.

Padahal upaya Satgas dalam melakukan pencarian para korban sudah cukup maksimal. Kondisi cuaca jadi alasan tim kesulitan mengevakuasi jenazah dari dalam lubang.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga mengatakan, pencarian tidak mungkin dilanjutkan mengingat kondisi korban diduga sudah sangat rusak setelah terkubur tujuh hari.

“Evakuasi korban ini tidak munkin lagi di lanjutkan, mengingat lorban Kondisinya sudah rusak,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi korban juga sudah sangat rusak, dan akan membahayakan kesehatan relawan yang turut mencari korban.

Selain itu, posisi korban juga sulit untuk dideteksi mengingat air di dalam lobang dan tidak ada saksi dalam kejadian tersebut.

Evakuasi tersebut resmi dihentikan sejak pukul 16.00 WIB. Dengan ditutupnya operasi SAR, maka seluruh kegiatan pencarian korban resmi dihentikan.

“Penutupan ini tentunya dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Di antaranya kemungkinan untuk menemukan korban selamat sudah sangat kecil. Kalaupun bisa ditemukan, biasanya kondisi jenazah sudah rusak sehingga membahayakan kesehatan Tim SAR,” ujarnya.

Sementara Bupati Merangin Al Haris, menegaskan setelah berEmbuk dengan pihak keluarga pencarian dihentikan mereka pun menerima dengan ikhlas.

“Keluarga menerima dengan iklas, dan pencarian resmi ditutup, ” ungkap Bupati Al haris.

Terpisah, keluarga korba Ita, sempat diwancarai awak media, mengatakan terima kasih kepada tim TNI, Polri, SAR, Pemerintah dan masyarakat setempat telah banyak membantu.

“Kami sekeluarga berterima kasih atas bantu tim yang telah membatu banyak pencarian keluarga kami yang hilang, “kata Ita.

 

 

 

 

 

(Kil)

Sudah dibagikan