Penerbit Benarkan Buku Dosen FIB Universitas Jambi Hasil Plagiasi

Inilahjambi, JAMBI – Buku “Berimajinasi dengan Puisi” yang ditulis oleh EM Yogiswara dipastikan hasil plagiasi. Kepastian ini disampaikan oleh penerbit Rumah Akar Literasi yang menerbitkan buku panduan bagi para mahasiswa FIB di Univeristas Jambi itu.

Dalam postingan klarifikasi di akun resmi penerbit tersebut, Kamis 27 Oktober 2016, Rumah Akar Literasi membenarkan, bahwa buku yang diterbitkannya dari penulis EM Yogiswara merupakan hasil plagiasi dari sejumlah buku pengarang lain.

Buku yang diplagiasi itu diantaranya adalah “Pengkajian Puisi” Rachmat Djoko Pradopo, “Berkenalan dengan Puisi” Suminto A. Sayuti, “Teori dan Apresiasi Puisi” Herman J. Waluyo, “Seni Menulis Puisi” Hasta Indriyana.

Namun, penerbit menolak bertanggung jawab atas hasil plagiasi itu, sebab dalam proses penerbitan, Rumah Akar Litersi tidak ikut dalam proses penyuntingan isi, kecuali lay out, cetak dan desain sampul.

Baca dulu:

Menurut Rumah Akar Literasi, penerbitan buku “Berimajinasi dengan Puisi” merupakan ajuan EM Yogiswara dengan konsekuensi biaya keseluruhan produksi ditanggung sendiri oleh penulis.

Artinya, lanjut mereka, hubungan antara penerbit Rumah Akar Literasi dengan EM Yogiswara, selaku penulis buku “Berimajinasi dengan Puisi” bersifat rekanan dalam hal penggunaan sebagian kecil jasa penerbitan: layout, desain sampul, pengurusan ISBN dan cetak. Tidak termasuk penyuntingan dan editing konten.

Hak distribusi dan penjualan buku “Berimajinasi dengan Puisi” dipegang sepenuhnya oleh Saudara EM Yogiswara. Rumah Akar Literasi tidak bertanggung-jawab terhadap distribusi dan penjualan buku tersebut.

EM Yogiswara belum dapat dihubungi. Namun dalam komentar di media sosial, pegiat literasi sekaligus staf Kantor Bahasa Jambi, Ricky A Manik mengatakan, EM Yogiswara sendiri pernah dimintai klarifikasi oleh salah seorang sejawat di Jambi.

“Saat itu, EM Yogiswara mengakui soal buku itu. Namun Yogiswara mengelak disebut memplagiat. Dia bermaksud mengutip, sebagai bahan referensi atas buku itu. Namun dia tidak paham bagaimana cara mengutip, sehingga yang terjadi adalah copy paste,” ujar Manik.

Kasus plgiasi ini mencuat dari postingan Agus Hernawan di media sosial Facebook, Rabu malam 26 Oktober 2016.

 

 

 

 

(Nurul Fahmy)

HOT NEWS