Fri. Mar 22nd, 2019

Penyelundup 7 Kg Sabu ke Tanjab Barat Divonis 20 Tahun dan Denda Rp 10 Milyar

Ilustrasi

Inilahjambi – Pengadilan Negeri Kualatungkal menjatuhkan vonis berbeda terhadap 6 orang penyeludundup sabu  jaringan internasional pada Kamis 20 Desember 2018.

Tiga dari 6 terdakwa yang ditangkap di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, divonis 20 tahun kurungan penjara dan denda Rp10 Milyar, subsidair enam bulan kurungan.

Sementara itu tiga terdakwa lainnya, masing masing divonis 14 dan 10 tahun kurungan penjara serta denda Rp1 Milyar subsidair 6 bulan kurungan penjara.

Baca juga: Caleg Cantik dari PKB Ditangkap Polisi saat Mau Edarkan Sabu

Keenam orang ini yakni Abdul Latif alias Latif bin H. Nurdin, Irwansyah Alias Iwan Bin Syahri, dan Samsudin Alias Cuding Bin H. Jabir. Mereka divonis selama 20 tahun kurungan penjara dan denda Rp 10 Milyar, subsider Enam bulan kurungan.

Kemudian Muhammad Adha Jasfikar alias Adha Bin Mohd Jasmin divonis selama 14 tahun kurungan penjara.

Sedangkan untuk terdakwa Ahmad Yadi Yanto alias Ahmad alias Adim Bin H. Yusuf dan Mashudi Alias Hudi Bin Umar divonis selama 10 tahun kurungan penjara dan denda Rp 1 Miyar subsider 6 bulan kurungan.

Lihat : Komnas HAM Desak Presiden Turun Tangan Awasi TGPF Kasus Novel

Keenam orang ini merupakan penyelundup sabu sabu jaringan internasional yang dibekuk aparat Polres Tanjab Barat bersama Polairud Mabes Polri, saat akan menyeludupkan barang haram tersebut ke Indonesia melalui Pelabuhan Marina Kualatungkal dari Malaysia pada 14 Juli 2018 lalu.

Humas PN Kuala Tungkal, Deni Hendra St, Panduko saat dikonfirmasi serambijambi.id jaringan media Inilahjambi.com, mengatakan, masing-masing terdakwa memang dijatuhi vonis hukuman yang berbeda oleh hakim.

Baca lagi: Kades yang Tertangkap Narkoba dan Senpi, Bunuh Warga Mestong, Satu Tewas, Lainnya Kritis…

“Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai bahwa para terdakwa ini dinyatakan terbukti bersalah atas kepemilikan narkotika jenis sabu sabu yang bertentangan dengan Undang-Undang,” terang Deni, Jumat.

Alasannya, dalam putusan tersebut ada hal hal yang meringankan dan memberatkan para terdakwa. Untuk yang memberatkan, peran para terdakwa bertentangan dengan upaya pemerintah memerangi narkotika.

Sedangkan yang meringankan para terdakwa ini, adalah perlakuan sopan terdakwa dalam persidangan serta mengakui perbuatannya, dan terdakwa belum pernah di hukum sebelumnya,” terangnya

Para terdakwa, kata Deni, didakwa dengan dakwaan yaitu kesatu melanggar Pasal 114 (2) UURI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau kedua melanggar pasal 112 (2) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya menuntut para terdakwa masing-masing selama 18 tahun penjara.

Dalam putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Kualatungkal memutuskan dan memvonis para terdakwa masing-masing dengan hukuman kurungan yang berbeda.

 

 

Sudah dibagikan