Pesan 14 Peti Mati, Eksekusi Napi Narkoba di Nusakambangan Segera Dilaksanakan?

Inilahjambi – Meskipun pelaksanaan eksekusi mati tahap III hingga kini belum resmi diumumkan oleh Kejaksaan Agung, namun segala persiapan menjelang eksekusi mati terus dilakukan. Salah satunya dengan pemesanan peyi mati sebanyak 14 unit oleh Polres Cilacap.

“14 (peti mati), yang dipesan orang Polres Cilacap, pokoknya harus jadi 10 hari, jadi ini ngebut ngerjainnya,” kata Andreas, Pengrajin peti mati di Cilacap Utara pada awal Mei lalu.

Menurut dia, 14 peti mati tersebut dipesan secara khusus, bahkan peti mati yang dipesan tersebut mempunyai ukuran yang lebih besar dari ukuran peti mati yang selama ini dia buat.

“Ukurannya (peti mati) memang agak besar, biasanya 58 x 165 Centimeter, lah ini 62 x 195 Centimeter, lebih besar dari ukuran yang kita buat,” ujarnya.

Andreas yang sudah puluhan tahun mempunyai keahlian membuat peti mati tersebut baru lima tahun belakangan ini mendirikan usaha pembuatan peti mati. Bahkan sejak eksekusi tahap I dirinya sudah mulai dipesan membuat peti mati, namun baru kali ini dirinya diminta membuat peti mati dalam jumlah banyak dan ditarget waktunya.

“Pesenan banyak kayak gini biasanya khusus dan biasanya hanya stok 5, nah ini 14 peti dan ditarget 10 hari jadi,” jelasnya.

Berbeda dengan dengan Andreas yang mau menerima pembuatan 14 peti mati pesanan pihak Kepolisian, Fam Tsu Jung, Pengurus Yayasan Penolong Kematian (YPK) Eka Pralaya di Banyumas juga sempat didatangi pihak kepolisian untuk dibuatkan 14 peti mati pada awal Mei lalu. Namun pihaknya mengaku tidak sanggup memenuhi permintaan pihak Kepolisian yang minta dibuatkan 14 peti mati dalam waktu yang singkat.

“Mereka tanya pesan 14 peti bisa apa tidak, saya bilang kalau mepet-mepet tidak bisa, karena harus bikin dan kita tidak sedia stok,” ujar Fam Tsu Jung, Pengurus YPK Eka Pralaya Banyumas.

Berdasarkan informasi yang diterima detikcom, hampir setiap hari anggota Brimob Subden 3 Pelopor Purwokerto terus melatih keterampilan menembak di lapangan tembak Brimob Purwokerto. Biasanya mereka berlatih pada siang hari, kali ini latihan menembak dilakukan pada malam hari tepat pukul 00.00 WIB, dan dilakukan secara bersama-sama.

“Brimob lagi latihan nembak sekarang, setiap 15 menit nembak sekali tapi barengan. Sekarang latihan nembaknya mulai jam 12 malam,” kata Idhad, salah satu warga yang rumahnya dekat lapangan tembak Brimob.
(Muhammad Ikhlas)

Terima kasih telah membaca Inilahjambi.com. Cantumkan link berita ini bila Anda mengutip seluruh atau sebagian isi berita. Laporkan keluhan dan apresisasi Anda terkait konten kami ke email:inilahjambi@gmail.com

Tinggalkan Balasan

SOROTAN