“Plt Gubernur Jambi Jangan Diam Saja, Jangan Banyak Mengeluh”

Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar terisak dalam rapat Paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Selasa 7 Agustus 2018

Inilahjambi – Kondisi birokrasi di Jambi saat ini dinilai tidak kondusif untuk pembangunan daerah ini apalagi untuk iklim invenstasi. Banyaknya persoalan yang terjadi di tengah masyarakat dinilai tidak direspon baik oleh pemerintah daerah termasuk PLT Gubernur Jambi Fachrori Umar.

Aktivis LSM Sembilan Jamhuri menilai kinerja Plt Gubernur Jambi sejak mengantikan Zumi Zola malah mundur ke belakang. Alih-alih menyelesaikan persoalan, Fachrori Umar malah banyak mengeluh dan emosionil.

Ini terlihat dalam rapat digedung DPRD Provinsi Jambi pada Selasa 7 Agustus 2018. Fachrori Umar tampak menangis dan mengeluh karena menurutnya banyak Kepala OPD yang tidak menurut pada dia.

“Jambi ini tengah kacau. Plt Gubernur harus proaktif. Kurangi mengeluh dan menunjukkan sentimentil dengan menangis dan sebagainya. Rakyat ingin pejabat itu aksi, bukan malah ikut-ikutan mengeluh. Kalau sekedar mengeluh, anak-anak saja bisa, ” kata Jamhuri kepada Inilahjambi, Rabu, melalui sambungan telepon.

Menurut Jamhuri, persoalan yang melibatkan rakyat sebagai korban saat ini adalah angkutan batubara dan listrik. Pemerintah, menurut dia harus hadir menyelesaikan persoalan itu.

“Itu sudah jatuh korban banyak karena angkutan batubara. Tapi Plt Gubernur Jambi diam saja. Belum lagi persoalan listrik. Seribu kali sudah listrik mati dalam 6 bulan ini. Pemerintah diam juga,” ujar Jamhuri lagi

Untuk persoalan listrik, Jamhuri mengimbau PLT Gubernur Jambi lebih proaktif berkoordinasi dengan PLN.

“Tiap hari masyarakat berteriak karena listrik padam, tapi pemda diam saja. Segera koordinasikan dengan PLN. Plt Gubernur jangan diam saja. Salah satu indikator kesejahteraan masyarakat itu adalah ketersediaan listrik tanpa gangguan,” ujar Jamhuri lagi.

Dia melihat, sebelum Fachrori menjabat sebagai PLt Gubernur, itensitas padamnya listrik tidak sesering ini. Sebab gubernur Jambi sebelumnya tampak selalu berkoordinasi dengan PLN. Bahkan memberikan peringatan. Tapi kini seperti lost control. Kinerja PLN seperti di luar kontrol.

“Plt Gubernur juga wajib menegur PLN. Jangan diam saja,” tutupnya.

HMI Bersuara Soal Angkutan Batubara

Menurut Dita Nopri Andika, Kabid Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, pihaknya amat sangat prihatin melihat peristiwa kecelakaan yang seringkali terjadi beberapa bulan belakangan ini akibat angkutan batubara.

Menurut dia, HMI Cabang Jambi berharap kepada pihak perusahaan batubara tidak beroperasi di jalan diluar waktu yang telah ditentukan, karena dapat mengganggu dan meresahkan masyarakat.

“Setelah ditinjau di lapangan kami beranggapan aktifitas truk tersebut merupakan satu hal yang mengancam keselamatan para pengendara lain ketika melakukan aktifitas berlalulintas,” kata Dita.

Pihaknya menekankan kepada pemerintah agar memberikan solusi yang totalitas kepada pihak perusahaan atau membuat regulasi dalam bentukan Perda agar perusahaan tersebut membuat jalur khusus untuk aktifitas batubara.

“Pembentukan tim terpadu tak sesuai dengan realitas yang ada. Pihak perusahaan masih tetap membandel seperti halnya predator. Pihak terkait. seperti kepolisian dalam hal ini Polda Jambi, dinas perhubungan, DPRD Provinsi, dan Gubernur agar segera bertanggung jawab,” pungkasnya.

Baca juga:

Seribu Kali Listrik Padam, GM PLN Jambi Didesak Mundur

 

 

(Nurul Fahmy)

Bagikan
HOT NEWS