Sat. Jan 25th, 2020

Politikus PDIP Harun Masiku Kabur ke Singapura?

Inilahjambi — Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyatakan politikus PDI Perjuangan Harun Masiku pergi ke luar negeri pada 6 Januari lalu.

Harun, salah satu tersangka suap yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu terbang ke Singapura.

“Yang bersangkutan tercatat keluar Indonesia tanggal 6 Januari ke Singapura,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang kepada CNNIndonesia.com, Senin 13 Januari 2020.

Baca juga: Penggeledahan ke Markas PDIP Bertele-Tele, Dewas KPK…

Dengan demikian, Harun sudah berada di luar negeri, dua hari sebelum KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dan tujuh orang lainnya, pada Rabu 8 Januari 2020.

Arvin mengatakan berdasarkan data Imigrasi, Harun belum kembali ke Indonesia. Harun diduga masih berada di Singapura sejak pekan lalu.

Menurut Arvin, KPK juga belum mengirimkan surat permintaan pencegahan terhadap Harun dan pihak lainnya yang terlibat dalam kasus dugaan suap pengurusan pengganti antarwaktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan Nazarudin Kiemas.

“Kalau permintaan secara administrasi untuk pencegahannya belum kami terima,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan pihaknya sudah mengetahui keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi terkait dengan penetapan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR 2019-2024, Harun Masiku.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada pekan lalu, Harun belum menyerahkan diri.

“Info yang kami terima malah memang sejak sebelum adanya tangkap tangan yang bersangkutan (Harun Masiku) memang sedang di luar negeri,” ujar Ghufron kepada wartawan, Senin 13 Januari 2020.

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan pihaknya masih terus berupaya mencari Harun. Ia menambahkan saat ini KPK juga sudah membuka kerja sama dengan aparat penegak hukum lain dan pihak Ditjen Imigrasi.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap yang bersangkutan dan kami terus berupaya keras untuk menangkap yang bersangkutan,” ujar Firli.

BERITA LAINNYA
Sudah dibagikan