Wed. Jun 26th, 2019

Polri Gandeng Komnas HAM Usut Korban Meninggal Rusuh 21-22 Mei

Teks Berita : Detik.com

Inilahjambi – Polri masih menyelidiki penyebab meninggalnya korbanrusuh 21-22 Mei. Polri juga menggandeng Komnas HAM.

“Tentang 8 korban diduga terkena tembakan, saat ini tim sedang bekerja yang dipimpin Pak Irwasum Polri,” kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 27 Mei 2019.

Tim menurut Iqbal akan meneliti dugaan penyebab meninggalnya korbanrusuh 21-22 Mei dengan pendekatan ilmiah termasuk memeriksa para saksi.

“Dan bekerja bukan Polri sendiri. Kita menggandeng lembaga-lembaga independen, Komnas HAM dan lain-lain,” katanya.

Polri hari ini kembali merilis tersangka baru terkait kerusuhan 21-22 Mei. Ada 6 orang yang jadi tersangka kepemilikan senjata api ilegal dan rencana pembunuhan. Senpi ilegal disebut Polri akan digunakan pada 21-22 Mei.

Berikut keenam tersangka dan perannya:

1. Tersangka inisial HK beralamat d Perumahan Visar, Cibinong, Bogor. HK berpesan sebagai leader, mencari senjata api, sekaligus mencari eksekutor tapi juga menjadi eksekutor, serta memimpin tim turun pada aksi 21 Mei. Dia membawa satu pucuk senpi revolver pada 22 Mei itu.

HK menerima uang Rp 150 juta. Dia ditangkap pada Selasa 21 Mei di lobi hotel Megaria, Jakarta Pusat.

2. Tersangka HZ, alamat ciputat, berperan mencari eksekutor sekaligus menjadi eksekutor. Dia ditangkap pada Selasa 21 Mei di Terminal 1C Bandara Soekarn-Hatta.

3. Tersangka IF, alamat Kelurahan Sukabumi Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Berperan sebagai eksekutor dan menerima uang RP 5 juta. Dia ditangkap pada Selasa 21 Mei 2019 di Pos Peruri kantor security Jalan KPBD SUkabumi Selatan, Kebon Jeruk.

4. Tersangka TJ, alamat Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Berperan sebagai eksekutor dan menguasai senpi rakitan laras pendek dan laras panjang. Tersangka menerima Rp 55 juta ditangkap hari Jumat 24 mei 2019 di parkiran minimarket di Sentul. Berdasarkan hasil pemeriksaan, urine TJ positif mengandung narkoba jenis amfetamin dan metamfetamin

5. Tersangka AD, alamat Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara. Berperan sebagai penjual 3 pucuk senpi yakni senpi rakitan mayor, senpi rakitan laras panjang, senpi rakitan laras pendek kepada tersangka HK.

AD menerima hasil penjualan senpi sebesar Rp 26,5 juta. Dia ditangkap hari Jumat 24 Mei pukul 08.00 WIB di daerah Swasembada, Jakarta Utara. Hasil pemeriksaan, urine AD positif mengandung amfetamin dan metamfetamin dan benzodiazepin.

6. Tersangka AF (perempuan), beralamat di Kelurahan Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan. Berperan sebagai pemilik dan penjual senpi revolver taurus kepada HK. AF yang seorang perempuan itu menerima hasil penjualan senpi Rp 50 juta. Dia ditangkap pada Jumat 24 Mei di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Sudah dibagikan