Presiden Venezuela Nyaris Tewas Diserang Drone Bermuatan Bom, Tujuh Tentara Terluka, Pemerintah Tuduh Oposisi
(Sumber BBC)
Inilahjambi –
Presiden Venezuela Nicolás Maduro nyaris jadi korban serangan dron (pesawat tanpa awak) saat berpidato dalam acara militer di Caracas yang ditayangkan langsung di televisi.
Namun Presiden Maduro selamat dalam serangan tersebut dan dalam kondisi baik. Sementara tujuh tentara terluka.
Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez mengatakan ini adalah upaya pembunuhan Maduro.
Saat itu, Maduro sedang berpidato di lapangan terbuka ketika dia dan pejabat lainnya tiba-tiba melihat ke atas dan terkejut melihat dron. Audio kemudian terputus.
Puluhan tentara terlihat melarikan diri sebelum siaran televisi dihentikan. Ledakan keras juga bisa terdengar di rekaman.
Menteri Rodriguez mengatakan serangan itu terjadi ketika Maduro berpidato di acara yang menandai ulang tahun tentara Venezuela ke-81.
Dua dron bermuatan bahan peledak meledak di dekat podium presiden, tambahnya.
Menteri Komunikasi itu menuduh oposisi sayap kanan negara itu yang berada di balik serangan.
“Setelah kalah pemilihan suara, mereka gagal lagi,” kata Rodriguez seperti dilansir BBC.
Dia mengacu pada pemilihan presiden pada bulan Mei, di mana Maduro terpilih kembali untuk enam tahun.
Rodriguez juga mengatakan bahwa para prajurit yang terluka sedang dirawat di rumah sakit sementara presiden melakukan pertemuan dengan para menteri dan komandan militernya.
Tidak ada kelompok yang mengaku di balik upaya yang diduga pembunuhan itu.
Pada Juni 2017, sebuah helikopter menyerang dan menjatuhkan granat di Mahkamah Agung Venezuela.
Oscar Pérez, seorang pilot helikopter elit, mengklaim dia melakukan serangan helikopter itu dan meminta Venezuela bangkit melawan pemerintahan Presiden Maduro.
Dia dibunuh oleh polisi dalam sebuah pengepungan dekat Caracas pada bulan Januari.
