Mon. May 27th, 2019
Ilustrasi Pemilu serentak. (Andhika Prasetia/detikcom).

Ilustrasi Pemilu serentak. (Andhika Prasetia/detikcom).

Prihatin, IKA Kedokteran Unair Siap Kerjasama Teliti Medis Kematian KPPS

Teks Sumber : RMOL.CO

Inilahjambi – Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) prihatin dengan banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.

Baca lagi : KPU Minta Isu KPPS Meninggal Tak Dipolitisir, Fahri: KPU Jangan Resisten

Mereka pun mendorong penelitian medis atas musibah ini, khususnya di Jawa Timur.

Hal ini tertuang dalam surat keprihatinan IKA Unair yang ditandatangani oleh Ketua IKA FK Unair, Poedjo Hartono, Kamis 9 Mei 2019.

“Kami mendorong dan siap bekerja sama dengan seluruh Fakultas Kedokteran di Jawa Timur, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran di seluruh Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Universitas Airlangga dan seluruh stakeholder terkait untuk melakukan penelitian medis terhadap kejadian ini khususnya di Jawa Timur,” demikian isi surat tersebut.

“Dengan harapan ada bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat dan bangsa,” imbuhnya.

Mereka pun mengusulkan pemilu yang akan datang, untuk terlebih dahulu melakukan kesehatan fisik dan psikologis bagi calon petugas KPPS dengan mempertimbangkan faktor usia, faktor penyakit yang pernah diderita, terutama penyakit degeneratif, penyakit menular tertentu. Seperti TBC, paru-paru, hepatitis kronis, dan sebagainya.

Selain itu adanya pelayanan kesehatan bagi petugas KPPS yang mengeluh sakit, memperkecil beban kerja di setiap TPS, serta pemberian asuransi kesehatan atau kematian.

Baca lagiDisebut Ada Setan Gundul, BPN Ungkap Otak di Balik Data Prabowo Menang 62%

Jumlah penyelenggara pemilu ad hoc yang meninggal dunia kini mencapai 469 orang. Selain itu, sebanyak 4.602 lainnya dilaporkan sakit. Angka ini mengacu pada data Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat 10 Mei 2019 lalu.

Sudah dibagikan