PT SBP Kembali Mangkir, Pekerja Temui Dewan Tanjabbar
Inilahjambi,TANJABBAR – Perselisihan antara pekerja dan PT Sarana Baja Perkasa (SBP) dibawah naungan PT Lontar Papyrus Pulp and Paper Industry (LPPPI) kian berlarut. Upaya mediasi yang dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Senin 21 Agustus 2017 lalu hanya dihadiri perwakilan pekerja, tanpa dihadiri perusahaan.
Sebelumnya, tertuang dalam surat bertanggal 14 Agustus yang didapat awak media, Dinas Tenaga Kerja mengundang kedua belah pihak. Namun sayangnya, Surat bernomor 560/787/3.2/VIII/DTK/2017 itu, seakan tak dihargai perusahaan operator alat angkut pabrik.
“Kita datang ada 9 pekerja mewakili. Tapi perusahaan tak datang,” ungkap salah seorang pekerja yang enggan disebutkan namanya.
Berulang kali dilakukan upaya mediasi, Dinas Tenaga Kerja sebagai wadah Pemerintah, masih akan mengelar pertemuan dan Perselisihan ini kembali diupayakan penyelesaian lewat pertemuan selanjutnya pada Senin 28 Agustus 2017 mendatang.
Tak kunjung menemui titik terang, para pekerja juga mengadukan nasib mereka ke wakil rakyat di DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. atas usaha ini aspirasi para pekerja tampaknya bakal didukung dewan.
“Dari pagi kami juga ingin bertemu dgn ketua Dewan,pukul 17.30 Wib baru ketemu karena ada rapat Banggar,” bilang pekerja pada awak media.
Sebelumnya, puluhan pekerja menuntut penjelasan gaji, lembur, BPJS dan fasilitas lain. Namun pihak perusahaan, tidak memberikan jawaban hingga para pekerja mengelar aksi mogok kerja beberapa waktu lalu. Belakangan, upaya mediasi Dinas Tenaga Kerja, turut diabaikan perusahaan yang berpusat di Medan tersebut.
(olivia admira)
