Thu. Sep 19th, 2019

Resah Soal Penghancuran Tugu Jam, Warga ini Nekad Tulis Surat Terbuka ke Walikota Jambi

Inilahjambi – Rencana Pemerintah Kota Jambi mengganti tugu jam di kawasan Kotabaru, menuai respon beragam dari warga, ada yang setuju, tapi banyak pula yang tidak setuju.

Salah satu warga yang tidak setuju adalah Anna Fauziah. Dia meluapkan ketidaksetujuannya atas pelantikan penghancuran tugu itu melalui sebuah surat terbuka. Berikut surat Anna kepada Walikota Jambi Syarif Fasha:

Baca Dulu : – Kontroversi Pembangunan Tugu Jam Kota Jambi 

 

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK WALIKOTA JAMBI H.SYARIF FASHA

Yang terhormat Bapak Walikota Jambi H. Syarif Fasha

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.

Semoga Bapak dalam keadaan sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Bapak Walikota saya ingin menyampaikan sedIkit aspirasi saya. Sudah beberapa bulan ini santer terdengar dan terbaca di media sosial bahwa Pemerintah Kota Jambi berencana merubah Tugu Jam Kotabaru menjadi Tugu Keris Siginjai.

Saya ingin menanyakan kebenaran berita tersebut secara langsung kepada Bapak sepertinya mustahil mengingat saya bukanlah siapa-siapa hanya warga biasa dari ribuan warga Kota Jambi yang ada. Walaupun nenek dan kakek saya bukanlah warga asli Kota Jambi tetapi kedua orangtua saya dan anak cucunya terlahir sebagai warga Kota Jambi dan merasa bahwa Kota Jambi inilah kampung halaman kami.

Seandainya berita perubahan Tugu Jam Kotabaru itu benar adanya saya sebagai warga Kota Jambi keberatan mengingat Tugu Jam Kotabaru sudah menjadi ikon pariwisata Kota Jambi.Tugu yang dibangun oleh Walikota Jambi sebelum Bapak mungkin sudah hampir 30 tahun lebih menjadi kebanggaan warga Jambi.

Sedikit saya ceritakan bahwa dulu ketika Kota Jambi belumlah ramai dengan mall dan tempat hiburan lainnya, suatu kebahagiaan bagi orangtua bisa membawa anak-anaknya jalan-jalan ke Tugu Jam Kotabaru ini. Dan tugu ini jugalah yang menjadi tujuan orang dari kota lain untuk menyempatkan mampir sekedar melihat dan berphoto di tugu ini.

Bayangkan, sudah berapa banyak gambar tugu ini yang menjadi kenangan terindah orang-orang yang pernah berkunjung kesini. Walau mungkin mereka tidak berkesempatan datang kembali ke Kota Jambi tetapi dengan melihat gambar sudah terkenang mereka dengan Kota Jambi.
Bapak Syarif Fasha yang baik, tidak semua warga Kota Jambi bisa menikmati kemegahan Tugu Monas di Jakarta yang puncaknya berlapis emas sekedar menikmati kemegahan Tugu Jam ini cukuplah bagi kami. Sungguh cerdas Bapak Walikota Zainir Haviz yang membangun tugu ini yang paham sekali kebutuhan warganya . Tugu kebanggan kami ini mungkin tidaklah semegah Tugu Monas di Jakarta tetapi dengan ciri khas angsa di empat arah mata angin ini yang membedakan dengan Tugu Monas di Jakarta.

Semenjak kepemimpinan Bapak, sekeliling Tugu Jam sudah demikian cantik Bapak buat dengan pedestrian dan sarana buat warga sekedar berolahraga. Tahukah Bapak? Warga semakin senang membawa keluarga untuk jogging, sekedar jalan ataupun duduk di pedestrian, lihatlah betapa ramainya seputaran tugu ini ketika sore dan minggu pagi.

Sudah beberapa hari ini saya melihat di sekeliling tugu sudah mulai ditutupi dengan seng, sungguh saya menjadi resah jika berita yang terdengar adalah benar. Bapak Walikota yang baik, cobalah Bapak mampir menyambangi warga Bapak yang sedang mampir ke seputaran tugu di sore dan hari minggu. Mungkin berkenan Bapak menanyakan ke warga apakah warga setuju dengan rencana perubahan tersebut. Apakah itu yang mereka butuhkan saat ini?
Saya pribadi setuju dengan pembangunan tugu keris siginjai tetapi dibangun di tempat lain yang bisa menjadi tambahan tempat wisata untuk Kota Jambi tercinta. Biarkanlah Tugu Jam itu tetap berdiri kokoh sebagai identitas Kota Jambi, sebagai ikon Kota Jambi, sebagai bagian dari sejarah pembangunan Kota Jambi dan sebagai bagian dari rasa hormat kita kepada pemimpin Kota Jambi terdahulu. Ingat Kota Jambi ingat pula Tugu Jam Kotabaru. Biarlah tugu ini menjadi bagian dari kehidupan warga Kota Jambi biarkanlah tugu itu tetap menemani keseharian kami.

Kami tidak ingin kehilangan tugu kebanggaan kota kami. Itu saja yang ingin saya sampaikan, mungkin berkenan Bapak untuk menjelaskan kepada warga Bapak kebenaran berita yang ada atau sekedar hoax yang ingin membuat Kota Jambi tambah ramai. Mohon maaf sebelumnya, apa yang saya sampaikan tidak ada maksud apa-apa kecuali bentuk cinta saya kepada kota kelahiran saya tempat saya bernaung mencari nafkah dan membangun kehidupan keluarga saya.

Terimakasih, semoga Bapak dilimpahi kesehatan dan keberkahan dari Allah SWT sehingga bisa memimpin Kota Jambi dengan lancar dan membawa Kota jambi lebih baik lagi. Wassalam.

ANNA FAUZIAH (ASN/ANGGOTA PRAMUKA)

 

 

(Olivia Admira) 

Sudah dibagikan