Ribuan Koleksi Poster Film Lawas ini Dijual Rp 50 Juta Perlembar

Inilahjambi – Kolektor sekaligus seniman Harkopo Lie akan melego ribuan poster film lawas miliknya ke publik dengan nilai Rp 50juta perlembar.

Pemilik Tempoa Art Gallery Jambi ini telah memposting keinginannya itu ke situs jual beli.

Berbeda dengan poster film kini, keseluruhan karya ini merupakan lukisan yang dikerjakan secara manual menggunakan tangan oleh Harkopo Lie sendiri.

Pada zamannya, poster film berfungsi sebagai promosi film yang akan atau sedang ditayangkan di bioskop.

Baca juga :

 

Selain ditampilkan di bioskop–karya yang pada tahun 1990-an, sebelum digital printing booming– dikerjakan secara manual–karya ini juga di arak keliling dengan mobil sambil di “halo-halokan” (Facebook belum ada Twitter juga 🙂 ) menggunakan pengeras suara supaya masyarakat tahu bahwa film tertentu sedang diputar di bioskop.

Di Jambi, produsen/pembuat poster ini salah satunya adalah Harkopo Lie–kalau tidak mau menyebut sebagai satu-satunya. Dia memproduksi poster film yang akan ditayangkan di seluruh bisokop di Jambi.

Fotografer Jambi yang merupakan sahabat Harkopo Lie, Sakti Alam Watir, menuturkan, ribuan poster yang dikerjakan selama kurang lebih 30 tahun itu tersimpan rapi di Tempoa Cafe milik Harkopo Lie di kawasan Jelutung, Kota Jambi.

“Bisa jadi Pak Harkopo Lie satu-satunya orang di Indonesia ini yang mengkoleksi poster film dalam jumlah ribuan,” kata Sakti.

Menurut Sakti, hal ini sangat mungkin, sebab selain pembuat poster, Harkopo Lie juga pemilik bioskop ‘President Theater’ di Jambi. Biasanya poster film dibuat oleh pihak lain atas order bioskop dan dibeli putus. Sehingga poster bisa saja berpindah tangan, ketika rol film dibeli (sewa) oleh bioskop lain, termasuk posternya.

“Sementara Pak Harkopo merupakan owner bioskop sekaligus pembuat poster, sehingga karyanya itu dapat dikoleksinya sendiri setelah film itu tidak tayang lagi,” sebut Sakti atau biasa dipanggil Bang I.

‘Harta karun’ langka ini bukan saja berupa poster berbagai ukuran, tapi juga perangkat bioskop, seperti pemutar film, blower (peniup/penyedot) asap dalam ruang bioskop.

 

 

 

(Nurul Fahmy)

Bagikan
HOT NEWS