Satgas Perlindungan Anak Bentukan Al Haris Langsung Kerja, Ini Dia Aksinya
Inilahjambi, MERANGIN – Bupati Merangin H Al Haris bersama Satgas Perlindungan Anak yang dibentuknya, menjenguk tiga orang anak korban pelecehan seksual di tiga tempat yang berbeda pada Senin 6 Juni 2016.
Pertama bupati dan petugas Satgas Perlindungan Anak yang telah tiga pekan dibentuknya, mengunjungi anak korban pelecehan seksual di kawasan Kecamatan Bangko.
Di rumah korban, bupati didampingi orang tua korban sempat meneteskan air mata, saat menyaksikan sendiri korban pelecehan seksual itu ternyata masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kelas tiga.
“Saya sangat prihatin. Anak ini harus tetap sekolah dan jangan sampai masa depannya hancur gara-gara musibah ini,” ujar Bupati sembari memberikan santunan kepada anak malang tersebut.
Selanjutnya bupati masih didampingi Satgas Perlindungan Anak bertolak ke kawasan Langling. Di Langling, Bupati juga menjenguk anak korban pelecehan seksual. Lagi-lagi bupati tampak sedih saat memberikan santunan ke anak tersebut.
Tidak puas di dua tempat itu, bupati bertolak ke Kawasan Pamenang juga untuk melihat anak korban pelecehan seksual.
Betapa tidak, dua anak kakak dan adik keduanya menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan satu pelaku yang sama. Diakui bupati memang dari tiga kasus itu, para pelaku merupakan orang-orang dekat korban.
Tidak hanya oleh gurunya, tapi juga paman, bahkan orang tua kandung korban tega melakukan perbuatan keji tersebut.
“Akhir-akhir ini di Merangin memang sering terjadi kasus seperti ini, makanya saya cepat bentuk Satgas Perlindungan Anak,” terang Bupati.
Untuk dua anak kakak adik korban pelecehan seksual itu, bupati merencanakan agar anak tersebut melanjutkan sekolahnya di Pesantren khusus pemulihan mental di Kota Jambi, dengan biaya bantuan bupati.
Kepala para orang tua di Kabupaten Merangin, bupati berpesan agar mengawasi betul aktivitas anak-anaknya, sehingga bisa terhindar dari berbagai perbuatan tercela. Anak-anak Merangin diajak bupati untuk terbuka.
Terbuka kepada orang tua, guru dan orang-orang dekatnya, sehingga bila ada persoalan yang bisa membahayakan dirinya, bisa secepatnya dihindari sebelum terjadi hal-hal yang tidak dinginkan.
(Kil)
