Mon. Nov 18th, 2019

Sejarah Singkat Tempoyak, Dari Makanan Para Raja, Hingga Rakyat Jelata

Inilahjambi- Tempoyak merupakan makanan khas provinsi Jambi. Makanan ini diolah dari fermentasi buah durian yang kemudian di masak layaknya gulai. Di Sumatera sendiri, tempoyak bukan lagi makanan yang asing. Beberapa provinsi selain Jambi pun bahkan menyediakan menu makanan ini di rumah makan setempat.

Namun ternyata banyak sekali yang belum tahu sejarah dari Tempoyak. Diriwayatkan  dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan sehari-hari penduduk Terengganu. Sebuah suku asli bangsa Melayu. Dari Raja hingga rakyat jelata sangat gemar memakan olahan fermentasi durian ini.

Ketika Abdullah bin Abdulkadir Munsyi, seorang sastrawan Melayu asal Turki berkunjung ke Terengganu sekitar tahun 1836, ia mengatakan bahwa salah satu makanan kegemaran penduduk setempat adalah tempoyak. Berdasarkan sejarah yang ada dalam Hikayat Abdullah, tempoyak merupakan makanan khas rumpun bangsa Melayu, yaitu suku bangsa Melayu di Malaysia dan Indonesia yang terdapat di Sumatera dan Kalimantan.

Di jambi sendiri tempoyak menjadi sangat terkenal bahkan khas karena bahan baku pembuatannya asli dari provinsi Jambi. Durian-durian Jambi yang terkenal enak dan berlimpah di fermentasikan menjadi tempoyak. Biasanya Tempoyak juga sangat nikmat jika dimasak bersama ikan patin yang juga banyak ditemui di provinsi Jambi.

Yuk ke Jambi dan coba Tempoyak!

 

*Sumber: Wikipedia

(Renny N)

Sudah dibagikan