Sekda Dianto Dampingi Menteri Susi Kunker ke Kawasan Reservasi Kerinci
11 Februari 2019
Inilahjambi – Sekda Provinsi Jambi, M Dianto, mengemukakan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung kegiatan restocking (penyetokan ulang) di kawasan reservasi, suaka perikanan serta lubuk larangan yang tersebar di Provinsi Jambi, agar terjaga secara berkelanjutan khususnya ikan-ikan khas Jambi, dan tetap melestarikan alam.
Hal tersebut dikemukakannya saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indondesia, Susi Pudjiastuti di kawasan Objek Wisata Sanggaran Agung Kabupaten Kerinci, Senin 11 Februari 2019 lalu.
Sekda menyampaikan, sektor kelautan dan perikanan dapat menyerap banyak tenaga kerja.
“Juga memberikan hasil panen yang relatif cepat bagi petani ikan dan nelayan, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 bulan, sudah dapat memanen ikannya,” kata Sekda.
Sekda Dianto menegaskan, potensi sumber daya perikanan hanya akan memberikan manfaat apabila kelestariannya dijaga dengan baik.
“Saya menghimbau seluruh masyarakat yang berada di Provinsi Jambi, untuk selalu menjaga habitat ikan” katanya.
Sekda mengimbau seluruh jajaran penegak hukum di Provinsi Jambi untuk berkerja sama dengan masyarakat setempat guna mengoptimalkan pengawasan terhadap aktivitas PETI (Penambang Emas Tanpa Izin).
“Mengigat kegiatan PETI dapat mengancam kesehatan masyarakat juga mengancam sumber daya perikanan. Pada sisi lain, memberantas kegiatan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti penangkapan dengan mengunakan listrik, bom maupun racun,” kata Sekda.
Selain itu, Sekda mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan karena ikan mengandung gizi yang baik.
“Hal ini ditujukan tidak hanya untuk meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak, melainkan juga untuk mencegah terjadinya pertumbuhan badan yang pendek dan kerdil (stunting),” katanya.
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dalam sambutannya mengatakan, Kerinci memiliki luas danau sebesar 4.200 m2, merupakan potensi sumber daya alam perikanan yang sangat luar biasa yang patut dijaga.
“Jika sumber daya alam perikanan digarap dengan baik, tentu Kerinci akan menjadi suplier terbesar perikanan di Provinsi Jambi dan sekitarnya,” kata Menteri Susi.
Susi meminta masyarakat Kerinci untuk memanfaatkan Danau Kerinci dengan baik, jangan berubah menjadi malapetaka.
“Belajarlah dari kejadian-kejadian yang telah pernah terjadi di Jawa Barat, Singkarak, Maninjau, dan Danau Toba, dimana terjadi kematian ikan secara massal,” kata Susi.
Sebelumnya, Bupati Kerinci Adi Rozal mengatakan, 75 persen masyarakat Kerinci hidup dari sektor pertanian dan perikanan.
“Makanya pemerintah daerah perlu membenahi sektor perikanan agar masyarakat tidak merambah TNKS, yang merupakan paru-paru dunia,” kata Bupati Adi Rozal.
Adi Rozal mengatakan, agar produksi ikan semakin meningkat, maka masyarakat atau nelayan melakukan pengembangan ikan semah yang spesifik di Kerinci.
“Ada beberapa catatan bagi petani dan masyarakat kita terkendala dengan anggaran, mudah-mudahan dengan kehadiran Menteri Kelautan dan Perikanan RI bisa memberikan perubahan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Kerinci.” kata Adi rozal
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan yang didampingi Sekda Provinsi Jambi, Bupati Kerinci, Rizal Jalil dan beberapa orang pejabat KKP melakukan restocking dengan nyebaran benih ikan di Danau Kerinci, yaitu ikan Nilem sebanyak 100.000, benih ikan Jelawat 20.000 dan benih ikan semah 3.000 ekor.
Selain itu, Menteri Susi juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada nelayan di Kerinci yakni benih ikan mas sebanyak 300 ribu ekor, ikan nila 300 ribu, jelawat dan nilem 120 ribu, pakan ikan mandiri 10 ton, bioflok 2 paket, ches Freezer 3 unit, dan satu unit mobil pendingin.
