Mon. May 27th, 2019

Serangan Mematikan ke Universitas di Pakistan Tewaskan 20 Jiwa

Inilahjambi-Korban tewas serangan militan bersenjata ke sebuah universitas di Pakistan Barat, Rabu, 20 Januari 2016 mencapai 20 orang.

Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Ini merupakan korban siswa tewas terbanyak dalam serangan militan Pakistan dalam satu tahun terakhir.

Seorang mahasiswa korban penyerangan itu kepada media mengaku melihat beberapa pemuda memegang senapan AK-47, menyerbu asrama universitas ketika banyak siswa sedang tidur.

“Mereka datang dari belakang dan ada keributan besar. Kami diberitahu oleh guru untuk segera pergi. Beberapa orang bersembunyi di kamar mandi,” kata seorang mahasiswa laki-laki yang tak disebutkan namanya itu.

Seorang polisi setempat mengatakan para militan menggunakan penutup muka tebal, asap dingin, memanjat dinding universitas, Rabu pagi, sebelum memasuki bangunan dan menyalakan api di depan siswa dan guru di kelas serta asrama. Polisi itu mengatakan tiga puluh lima orang yang terluka sudah berada di rumah sakit.

Adapun juru bicara tim penyelamat, Bilal Ahmad Faizi, mengatakan 19 jenazah korban sudah ditemukan. Mereka tak hanya mahasiswa, tetapi penjaga sekolah, polisi dan guru yang disebut media sebagai profesor kimia Syed Hamid Husain. Husain dilaporkan ditembak dari belakang. Berbeda dengan pengakuan siswa di atas, Bilal mengatakan Husain ditembak dengan pistol ketika berusaha melindungi siswanya agar bisa melarikan diri.

“Banyak orang mati tampaknya ditembak di kepala dengan gaya eksekusi,” kata dia.

Pejabat kepolisian setempat, Amjad Khan, yang berada di luar universitas, mengaku mendengar setidaknya dua ledakan dan tembakan di dalam kampus. Serangan itu menjadi serangan kedua ke sebuah sekolah dalam setahun terakhir, Tahun lalu Taliban menyerbu sebuah sekolah di Kota Peshawar, Pakistan, menewaskan 134 siswa.

Juru bicara militer Pakistan Jenderal Asim Bajwa mengatakan operasi selesai dan universitas telah dibersihkan. Selain itu pada Rabu sore empat pria bersenjata dinyatakan tewas.

Seorang pejabat keamanan dekat lokasi kejadian menguatkan pernyataan Bajwa bahwa ia melihat empat mayat orang bersenjata penuh luka tertembus peluru. Pejabat keamanan itu mengatakan tidak ada orang-orang bersenjata itu mengenakan rompi bunuh diri, tetapi mereka membawa senjata dan granat.

 

 

 

(Muhammad Ikhlas/Reuters)

Sudah dibagikan